Freitag, 8. Januar 2010

Türkiye: Dresden in between.

21 Desember 2009
MJ rupanya ikut terbangun saat Mama dan Papa bersiap-siap. Malah kelihatannya segar banget, padahal masih jam setengah limaan. Langsung ribut minta dinyalakan TV (maklum, di rumah jarang banget nonton TV, jadi gitu deh...), tapi tentunya nggak dikabulkan.
Tepat jam 04.50, kita udah ada di resepsionis lagi, dan bersiap untuk sarapan khusus untuk yang harus berangkat super pagi. Jadi ya menunya cuma teh/kopi/jus, roti, mentega dan selai/sosis.
MJ bukannya sarapan, malah sibuk lari dan manjat.

Jam 05.15 kita pun bergegas masuk ke taksi yang sudah menunggu dan membawa kita ke bandara. Dituruninnya di Terminal 1, padahal harus kami harusnya ke Terminal 4, tapi ya sama-sama nggak tahu sih, ya... Sebenarnya sih ditulis, di reservasi, tapi nggak terbaca aja. Salah sendiri, hehehe...
Meskipun ditulisnya harus 2 jam sebelum keberangkatan ambil tiket, nyatanya counter-nya belum buka! Waks, mana MJ udah mulai ngantuk lagi, dan jadinya agak rewel. Ya udah, Papa ngantri, sementara Mama nemenin MJ jalan-jalan. Kebetulan ada Kiddieland. MJ langsung aja senang lagi begitu lihat banyak mobil-mobilan di situ, hahaha. Dinaikin deh satu per satu. Tapi berhubung mamanya pelit, nggak mau beli koin, jadi deh MJ puas dengan mobil-mobil yang tak bergerak itu. Mama tuh mikirnya, MJ kan belum ngerti ini, bahwa mobil-mobil itu bisa bergerak dan berbunyi kalau dimasukin koin. Nah, selama belum ngerti, ya cuekin aja, hihihi... Lagian, mahal banget, 1 Euro untuk 1 kali main. MJ mana mau cuma 1 kali main?

Petugas counter baru datang pas jam 6 lebih. Nyantai banget, bahkan pas lihat udah ada antrian di depan counter dia... :-p
Ya eniwei, selesai juga urusan tiket ini. Kaki pun segera melangkah ke Terminal 3 untuk check in dan nyerahin koper super berat (20 kg! Eh, tapi buat 3 orang, nggak apa-apa, dong). Papa dan MJ sibuk naik-turun eskalator, sementara Mama gantian ngantri dan gotong-gotong koper. Memang bakat jadi kuli angkut kali, ya, ternyata nggak masalah tuh sama angkat-angkat koper, hehehe...

Di area keberangkatan ternyata ada ruang main buat anak-anak, dengan TV 24 jam menyala. Memang kayaknya nggak terbiasa sama TV, jadinya nggak terlalu suka, MJ cuma nonton TV nggak sampai 5 menit, udah gitu sibuk main perosotan, main kuda-kudaan, main lempar-lempar barang. :-p

Stuttgart - Antalya? No...!
Berhubung penerbangan ekonomis, jadinya ya ternyata nggak langsung gitu terbangnya, tapi harus ke Dresden dulu. Sebenarnya sih aneh, ya... Kenapa bukan dari Dresden dulu baru ke Stuttgart, lalu ke Antalya, mengingat jarak Dresden - Antalya itu lebih jauh daripada Stuttgart - Antalya. Entahlah.
Yang aneh juga, kenapa nggak disebut sebelumnya. Baru tahunya setelah baca di papan pengumuman, pas cari Gate.

Cuma bisa berharap bahwa MJ tetap tertidur saat kami di Dresden. Harapan yang ternyata tidak terkabul, hehehe... Alhasil, MJ cuma tidur 1 jam, dan tentunya jadi rese selama penerbangan 4 jam ke Antalya. Serba salah gitu, kasihan deh. Ngantuk, tapi nggak bisa tidur lagi. Nggak mau duduk, tapi harus duduk. Huhuhu, Papa sampai bilang, kalau gini caranya, lain kali nggak ada lagi penerbangan jauh sampai MJ bisa duduk diam.

MJ kan senang banget sama pesawat, heboh banget deh niruin suara pesawat. Terus pas mau take off dan landing, MJ pasti ribut niruin suara pesawat, tapi...di akhirnya selalu ditambahin efek suara, "Bum!!", sambil menggerakkan tangannya menirukan sesuatu jatuh. Hahaha, anak kecil...! Papa sampai cepat-cepat bilang, "Semoga nggak jatuh, ya!" :-p

Oh iya, masih berhubungan dengan paket ekonomi, yang ada cuma roti keju atau roti ham (semuanya tersedia dalam keadaan dingin, tentunya). Minuman juga gratis, sih, kecuali minuman keras. Tapi ya cukup nggak mengenakkan juga, karena penerbangan sepagi itu kan otomatis orang sarapannya nggak benar (mungkin malah ada yang nggak sarapan), terus harus nunggu lama sampai hidangan disiapkan, bisa dibilang brunch, walau dengan jumlah yang nggak memadai.

Alhasil, maag Mama kumat deh. Udah dari hari sebelumnya nggak enak, ditambah ini. :-D

Antalya Airport
Airport-nya kecil, syukurnya. Dan di dalam airport sih lumayan gerah, tapi begitu keluar, harus pakai jaket lagi (walaupun cukup yang tipis). Ternyata perjalanan belum berakhir, masih harus naik bus yang disediakan oleh kantor perjalanan. Dan para penumpang ternyata tidak menginap di hotel yang sama. Hotel kami adalah hotel kedua dari akhir dari semua yang akan ditempuh. Huhuhu, Mama udah mabok total deh, tapi dikuat-kuatin demi MJ. Dan untungnya tuh, Papa bawa plum kering dari rumah, jadi lumayan buat mengisi perut, walaupun nggak seberapa.

Kesan pertama saat melintasi jalan-jalan dari Antalya ke Side, rumah dan ruko yang ada mengingatkan Mama ke Bandung. Sementara di pinggir jalan banyak banget pohon jeruk mandarin yang berbuah. Ah! :-D

---bersambung---

Donnerstag, 7. Januar 2010

Türkiye: The Beginning

Sebelum kelupaan terus, kayak nasib posting liburan di Indonesia itu, mendingan buru-buru ditulis aja, deh... :-D

Rencana liburan ke Turki ini sebenarnya sudah ada begitu balik dari Indonesia. Ceritanya sih, pengen balas dendam karena pas di Indonesia nggak bisa dibilang liburan, yang ada malah stress, hihihi... Jadi, suatu hari di bulan Agustus, diputuskan untuk terbang ke Turki di pertengahan Desember 2009, menginap di Grand Hotel Art Side selama 2 minggu, all inclusive (biar nggak pusing cari makan, hehehe).

Yang namanya semuanya di tangan Tuhan itu benar. Akhir November, datang tuh e-mail, yang bilang ternyata hotel itu memutuskan untuk libur hingga bulan Februari 2010! Dikasih sih, hotel alternatif, tapi nggak banget, deh.
Tapi, Papa bilang, itu mungkin jawaban dari Tuhan mengenai keraguannya selama ini. Rupanya, setelah booking, Papa mendadak merasa nggak enak. Rasanya bersalah, uang sebanyak itu dipakai untuk berlibur, padahal kan ada kebutuhan lain.

Tapi siapa yang sangka, 2 minggu kemudian, Papa ngasih kejutan: kita pergi ke Turki! Dengan hotel yang berbeda, dan durasi menginap yang juga berbeda. Karena "hanya" 1 minggu, jadinya ya jauh lebih murah. Berangkatnya? 4 hari kemudian, alias tanggal 21 Desember 2009. :-D

Mengingat ambil paket ekonomis, ya wajar dong kalau dapat jam penerbangan yang nggak enak. Dari Stuttgart tuh pesawatnya take off jam 07:30 WJ (GMT+1), dan penerbangan balik itu jam 06:00 (GMT+2). Karena nggak mungkin tiba di Stuttgart sepagi itu (malah 2 jam sebelumnya udah harus di bandara untuk ambil tiket), jadinya kita menginap semalam di Stuttgart.

Langsung deh telepon Karen, biar ketemuan gitu. Biarpun Stuttgart - Heidenheim nggak bisa dibilang jauh, tapi kan nggak bisa dibilang dekat juga, jadinya ya jarang-jarang ketemuan, hehehe...

20 Desember 2009
Jam 09:10 bergegas keluar rumah untuk pergi sarapan di Kleine Heile Welt. Jalanan yang bersalju dan suhu -18 °C membuat semangat semakin menyala untuk segera tiba di Turki, hehehe...
Biar cepat, pesan omelette aja, supaya bisa ngejar kereta api yang jam 10:00.

Perjalanan dari Heidenheim ke Aalen sih nggak terlalu masalah. MJ masih mau duduk anteng di pangkuan Mama. Tapi perjalanan dari Aalen ke Stuttgart ini nih, repot. Abisnya kan begitu turun di stasiun Aalen buat pindah kereta, MJ udah pengennya jalan-jalan mulu. Mana mau lah disuruh duduk tenang di dalam kereta. Akhirnya sih ngotot-ngototan sama Papa, pakai acara ngambek segala, hahaha. Pas naik S-Bahn di Stuttgart juga samanya, susah banget buat duduk diam. :-p


Mercure Hotel
Pikir tuh, hotel yang satu ini nggak bakal mengecewakan. Udah terkenal di mana-mana, kan, berbintang pula. Jadi deh, booking 1 kamar superior dengan ranjang bayi.
Pas nyampe tuh, yang ada bikin kesal banget.

Petugas front office-nya coba nipu, alih-alih kamar superior, disodorinnya kamar standar. Ini sebenarnya nggak ketahuan kalau saja Papa nggak nanya apa ranjang bayi sudah tersedia di kamar atau belum. Baru deh, air mukanya berubah, dan buru-buru kasih kamar lain.
Udah gitu sibuk telepon-telepon nanyain ranjang bayi. Ternyata...nggak ada ranjang bayi yang available!
Terus dia bilang, "Sebagai ganti ranjang bayi, di kamar Anda disediakan tempat tidur ekstra. Aman kok, untuk bayi dan anak kecil. Tidak bakal jatuh."
Yo wis, dilihat...

Begitu masuk kamar, langsung deh Papa balik lagi ke resepsionis. Apanya yang aman untuk bayi dan anak kecil? Lah, yang ada itu cuma sofa yang bisa dipakai tidur! Nggak ada pagarnya sama sekali. MJ mana bisa tidur di situ tanpa resiko jatuh?!

Singkat ceritanya, sudah deh, nggak jadi nginap di Mercure Stuttgart Airport Messe!
Sama managernya, yang datang belakangan, ditawarin tuh kamar Privilege dengan harga Superior, tapi ditolak karena tetap aja nggak ada ranjang bayi.
Nggak kebayang deh, hotel sekelas Mercure cuma punya 2 ranjang bayi! Padahal kan ya ranjang bayi itu nggak mahal. 35 Euro juga udah kebeli.

Bye, bye, Mercure, kami pindah ke Holiday Inn Express yang lebih memuaskan (plus petugas Front Office-nya cakeeeep, hahaha...)! :-)


Meeting The Richters
Setelah makan siang (roti kering dari rumah) dan bobo siang, akhirnya sore yang menyenangkan pun dimulai: Karen dan Martin datang ke hotel!

Berhubung SI Center itu nggak jauh, dan menurut Papa sih keren, kita pun berangkat ke sana dengan menumpang mobil Karen dan Martin. Mall yang memang keren sih, buat standar Jerman, tapi kalah jauh lah sama standar Indonesia. ;))
Mama pun mulai berulah, mengingat masih berperut Indonesia, rasanya tuh makan roti kering itu nggak sama dengan makan. Perut pun memberontak, kepala mulai pusing.

Masalahnya, siapa juga yang mau makan makanan hangat jam 16:30?
Yang ada ya pada minum teh dan makan kue lah, termasuk Mama.
Tapi perut rasanya masih nggak enak, sampai akhirnya setelah keliling-keliling, akhirnya makan juga makanan hangat, hahaha. Lega sekali rasanya!
Maaf ya, Karen dan Martin, kalian malah jadi harus anterin mamanya MJ memuaskan perut...
Dan juga, thanks for the pic! :-D


Setelah diantar pulang ke hotel, Mama mulai lagi deh kelaparannya. Padahal nggak juga sampai 1 jam setelah makan di SI Center itu! Papa kebetulan lihat kalau di seberang hotel itu ada Subway, ya sudah...makan di sana, dan puas. :-p

Perut kenyang (walaupun rasanya tetap aneh, badan ini...), tidur pun (agak) nyenyak hingga jam 04:30.

---bersambung---

Sonntag, 3. Januar 2010

19 Bulan...!


Telatnya kali ini nggak kira-kira, ya? 12 hari! Hihihi...
Bukannya malas atau nggak niat, tapi kan kemarin itu pergi liburan (tanpa internet), terus begitu pulang harus ngurus cucian, terus belanja, beres ini-itu, terus tahun baruan, terus Mama dikejar-kejar DL buat nerjemahin, terus ada pesta ultah, terus Oma-Opa Koblenz datang, terus...alasan aja terus! ;))

Sebulan belakangan ini, perkembangan yang paling kentara itu kemampuan bahasa. MJ udah bisa ngomong "nenen", "halo", "Nana" (nama teman Mama, dan juga untuk Rhena), "bye bye", dan "popo" (pantat, dalam Bahasa Jerman).
Kalau udah ngoceh, ampuuuun deh. Nggak berhenti-henti. Apalagi kalau pas di meja makan, bukannya makan, malah ngoceh terus. Papa sampai malas nanggapi MJ yang ngoceh nggak jelas, terpaksa Mama deh yang meladeni MJ.
MJ juga udah bisa nyebut nama sendiri, lho, tapi masih belum utuh, alias "Ma ma", intonasinya sih beda sama saat MJ bilang "Mama".

Gigi udah tumbuh lagi tuh 1 taring bawah kiri, jadi totalnya udah ada 15 buah.
Taring bawah kanan juga udah terlihat akan muncul, tapi belum keluar. Dan pantat MJ merah lagi, tanda mau tumbuh gigi lagi, sepertinya sih geraham belakang (ya iyalah, mau yang mana lagi? Hihihi...)

Tinggi juga udah nambah, tepatnya sih nggak tahu berapa, tapi yang pasti sih lebih lah dari 80 cm.
Berat badan udah lama nggak ditimbang, tapi kayaknya sih tetap stabil di 10,7 - 11 kg. Iya, tetap kurus, kecuali pipinya itu. Dan perutnya, itu pun kalau habis makan. :-p

Belakangan ini kalau mau ganti popok nggak perlu berantem dulu. Malah MJ kalau lagi mood dengan sukarela membaringkan diri, hahaha.
Terus kalau diminta "Popo hoch!" ("Naikin pantat!"), MJ langsung bersangga pada kakinya, menaikkan pantat, memudahkan Papa dan Mama memasang popok. Cuma aja..., MJ sering jahil, nggak mau nurunin pantat, atau kalau udah diturunin...langsung dinaikin lagi sambil cekikikan.

MJ gelian banget, bisa sampai ngakak gitu kalau dikilikitik. Dan juga sekarang hobi (mencoba) untuk kilikitik Papa dan Mama. Sebenarnya sih gak geli, tapi demi meyemangati dan menghargai MJ, ya pura-pura geli deh. :-D

Kalau lihat genangan air, MJ senang banget. Langsung deh main air. Lompat-lompat gitu di genangan air, sampai celana suka jadi basah.
Terus, lagi tergila-gila banget sama mobil-mobilan dan pesawat.
Ada kejadian lucu, Papa dan Mama ngajak MJ ke toko mainan, dan nyuruh MJ pilih mobil-mobilan. MJ senang banget, main sama 2 buah mobil. Terus disuruh milih, mau yang mana, eh...MJ malah menggeleng. Sekali lagi ditanya, tetap menggeleng. Ganti pertanyaan, "Marian mau dibeliin mobil-mobilan nggak?"
MJ menggeleng lagi, dan mengembalikan mainan itu ke tempatnya dan melenggang pergi.
Waaaa..., asyik, anakku nggak mau dibeliin mainan. Pengiritan, nih! *ditimpuk*

Mama yang terbawa emosi untuk membelikan MJ mobil-mobilan pun akhirnya berjanji dalam hati, "Harus!"
Terus pas mampir ke toko sepatu, eh lihat ada satu paket mobil-mobilan keren. Langsung jatuh cinta, deh. Isinya tuh satu mobil polisi, satu ambulance, dan satu mobil pemadam kebakaran. Pokoknya bagus banget, langsung dah Mama beli. Dan ternyata, begitu sampai di rumah...MJ senang banget pas lihat mobil-mobilan itu. Langsung dimainin terus. Ah, senangnya! :-D

Hobby MJ lainnya itu ngeluarin piring dari mesin cuci. Udah deh, sibuk benar! :-D
Terus suka cuci tangan juga, dan nggak kuat lihat krim muka nganggur, MJ buka deh dan gosok-gosok ke muka. Tapi kalau Mama yang gosokin, huh...nggak suka!
Suka ngambek kalau Mama buang popok bekas, maunya sih dia yang buang.
Kalau Mama keluarin baju MJ dari lemari, MJ langsung bantu. Ditaruh tuh satu per satu di sisi tempat ganti popok. :-D
Tiap mau pergi juga MJ sibuk cari jaketnya, dan berusaha untuk pakai topi dan jaket sendiri. Lucu banget deh, topinya miring-miring. Jaket sih sama sekali belum bisa.
Kalau lepas jaket sih udah ahli dari beberapa minggu yang lalu.
MJ juga mulai coba-coba untuk pasang sepatu sendiri (dan masih harus belajar...). :-)
Udah nggak musuhan juga sama sarung tangan, syukurnya... Pas banget lah sama udara di luar yang dingin menusuk tulang itu. :-p

MJ juga penasaran banget anaknya. Belakangan ini, misalnya, pas Mama dapat haid. Ribut aja deh MJ, tunjuk ini-itu, tanya ini-itu. Ya udah deh, Mama jawab apa adanya secara singkat. Abisnya Mama kan nggak tahu harus jelasin apa lagi, nggak ngerti lah ke anak kecil harus ngomong apa.

Panjat-memanjat kayaknya memang nggak bisa dipisahkan dari anak-anak, ya? MJ juga! :-D
Sekarang tuh tiap mau makan, dia manjat sendiri kursi makannya, lalu duduk sambil berusaha untuk pakai bib-nya (yang manjat dan duduk sih berhasil, pakai bib masih belum, hehehe). Selesai makan? Nunjuk waslapnya, Mama tinggal basahin, lalu kasih ke MJ yang sibuk lap mulut dan tangannya. Mama tinggal lap sekali lagi, lalu lepasin bib, dan MJ manjat turun kursinya sendiri. :-D
Tangga juga bukan tantangan lagi buat MJ. Udah sama sekali nggak mau dibantu. Kalau dipegang tangannya, MJ malah ngambek. ;))

Kalau Mama lagi masak, MJ juga harus lihat. Minta digendong.
Kalau Mama lagi nggak bisa gendong, MJ langsung dorong kursi ke dekat Mama, dan manjat kursi, jadi bisa lihat, deh. Tapi Mama jadi bolak-balik bilang, "Ini panas, ya!", "Itu juga", dan tentunya menjauhkan pisau dari jangkauan. Repooot! :-p
Makin repot lagi kalau dia lihat telor, langsung kalap minta makan, mana mau tahu kalau telor itu buat kue, atau kalau MJ nggak boleh terlalu banyak makan telor? :))
Tinggal Mama deh yang harus ngotot-ngototan sama MJ.

Liburan Natal ini membawa berkah. Papa ada di rumah terus, dan...ternyata...MJ malah jadi nyariin Mama terus, hahaha...!
Biasanya kan apa-apa itu Papa. Papa is the best, lah!
Eh, tapi mungkin karena keseringan ketemu Papa, sekarang MJ malah selalu larinya ke Mama, manggil-manggil Mama. :-p
Atau mungkin lagi masanya kali ya, jadi anak mama. Apa-apa harus Mama, dan hanya Mama. Sampai-sampai pas makan di luar tuh, nggak mau duduk di kursi bayi. Maunya di pangkuan Mama. Dicoba didudukin di kursi bayi, langsung nangis kejer dan badan pun jadi kaku. :))
Ditanya Papa, apa mau duduk di pangkuan Papa, tangisannya makin keras lagi sambil teriak, "Mama! Mama...!", muka pun merah padam, dan terbatuk-batuk, badan tetap kejang. =))
Papa pun menyerah, dan menyerahkan MJ ke pelukan Mama. MJ langsung nangis tersedu-sedu, sambil meluk erat leher Mama, sebelum duduk di pangkuan Mama dan berceloteh senang sambil makan. :-p

Selamat ulbul ya, Marian! :-*

Eh iya, Mama juga masih lupa aja ngasih MJ uang receh buat ditaruh di celengan. Itu kan kebiasaan, tiap MJ ulbul, dapat deh 1 Euro. Kan pikir-pikir, lumayan...kalau ditabung terus sampai umur 18 tahun gitu, bisa lah bantu-bantu bikin SIM atau apa lah gitu, hihihi...
Nanti ya, kalau MJ udah bangun dari bobo siang.

P.S.: Gambar diambil tepat di hari ulbul MJ.

Dienstag, 24. November 2009

Berlin - Paris - London - Milan: I'm Coming!

Duh, deg-degan nih.

Senyum, biar nggak grogi!

Siap...! Ini dia koleksi musim gugur 2009!

Gimana, keren kan?

Montag, 23. November 2009

18 bulan


Sekarang makin terasa deh, kenapa buat orangtua, terkadang anak itu tetap bayi kecil. :-D
Biarpun rasanya udah lama banget hidup ini diramaikan dengan kehadiran MJ, tapi semuanya itu masih segar dalam ingatan, saat MJ yang baru berusia sekian menit, mencoba ngintip-ngintip ingin tahu seperti apa sih dunia itu, dan buru-buru memejamkan mata lagi karena silau. Masih banyak lagi ingatan indah yang menghiasi 18 bulan terakhir ini.

Berat MJ kayaknya nggak beda dari bulan lalu. Masih langsing, kecuali pipinya, huhuhu. Tapi nggak apa-apa, yang penting masih aktif. Kalau tinggi, udah lebih tinggi 0,5 cm.

Masih galak banget. Untungnya ke Papa dan Mama udah nggak segalak bulan lalu. Tapi ke anak lain, ampun dah. Udah terkenal deh, harus hati-hati sama MJ karena suka mukul dan gigit. Nggak peduli, anak seumuran atau anak yang lebih besar. Kemarin itu malah berantem rebutan mobil sama anak umur 3 tahun, yang jauh lebih tinggi dan gendut. Dua minggu yang lalu malah sukses mukul anak laki-laki umur 4,5 tahun sampai anak itu nangis dan lari ke mamanya.

Minggu lalu, pas Hauskreis, Mama udah terharu banget lihat MJ meluk seorang anak perempuan seumuran MJ. Ditambah lagi, MJ cium kepala anak itu.
Tapi...itu ternyata tipuan! Mama baru sadar apa yang terjadi setelah anak itu nangis kencang. Ternyata MJ nggak mencium, tapi menggigit!
Aduh...! Sedih banget!
Tapi ya kata para ortu sih, wajar...! Ada anak yang bawaannya gitu. Biasanya sih sampai umur 3 tahun. Aduh, Mama harus sabar-sabar dah sambil terus kasih tahu MJ bahwa mukul atau ngigit itu salah...

Lagi cinta abis sama yang namanya mobil, sepeda, sepeda motor, backhoe, traktor, crane, pesawat terbang, kereta api, dan bus.
Kalau pas main bareng (entah di Spielkreis ataupun Hauskreis), udah deh...semua jenis mainan yang udah disebut tadi itu dikumpulin semua sama MJ (artinya: ambil paksa dari anak lain). Udah gitu, kalau ada yang mendekat ke koleksi mobil (rampokan) itu, langsung deh keluar teriakan dari mulut MJ. Kalau masih nekad mendekat, melayanglah pukulan. :-(
Padahal ya, semua itu bukan mainan MJ. Kasihan banget anak-anak lain, mau main mainan sendiri malah kena pukul.

MJ masih harus belajar juga tentang berbagi.
Kalau ke Papa dan Mama sih masih mau ngasih, tapi ke orang lain sih jangan harap!
Kemarin, contohnya, pas ke gereja kan bawa satu boneka dan buku MJ. Terus Josua (9 bulan) pengen main sama boneka. Papa kasih dong, karena MJ kan lagi sibuk sama buku kesayangan MJ saat ini (ya dengan tema kendaraan itu). Eh, MJ marah dan langsung rebut balik bonekanya.
Kasihan sih sama Josua, tapi MJ belum bisa ngerti. Jadi ingat sama kejadian pas dulu MJ masih kecil. Dia juga kan dulu selalu jadi korban anak-anak yang lebih besar, hehehe...

Gigi udah ada 14 buah. Tinggal 6 lagi, komplit deh paket gigi bungsunya. :-D
Masih belum bisa ngomong, tapi tetap hobi ngoceh.
Udah makin perhatian sama sekitar.
Mulai anti sama buggy, maunya jalan. Kalaupun capek, maka harus ada perang dunia dulu sampai MJ akhirnya berhasil didudukkan di buggy. MJ sukanya sih kalau dia udah capek ya digendong, tapi Papa larang Mama gendong-gendong MJ terlalu sering, takut punggung Mama sakit lagi.

Apa lagi, ya?
Oh, sekarang MJ mulai anti lagi sama orang "asing". Sama Oma Ilse aja, begitu digendong langsung memberontak dan kabur ke Mama sambil manggil-manggil Mama dengan histeris. Oma Ilse sampai geleng-geleng kepala.
Terus pas nebeng mobil Katrin, kan MJ dibantu Katrin untuk diduduk. Baru juga dipegang tangannya, MJ langsung nangis manggilin Mama (yang duduk tepat di sebelah MJ!). Pokoknya, cuma Papa dan Mama (dan Rhena) yang boleh pegang-pegang MJ.
Kalau jatuh gitu, biarpun udah digendong dan ditenangkan sama Papa, pasti ribut minta digendong Mama sambil nangis (lagi!).

Eh iya, tanggal 17 kemarin kan diimunisasi tuh.
Seperti biasa, begitu lihat dokternya, dia langsung nangis. Padahal belum juga disuntik. Nangisnya langsung berhenti begitu dikasih kue sama dokter. Dan, tentunya 1 keping kue nggak cukup, dong! :-D
Nah, sampai sekarang nih, tiap kali MJ lihat kakinya (tanpa celana maupun stoking), dia langsung ribut lagi. Ngadu gitu. Ngoceh dengan nada sedih sambil tunjuk-tunjuk pahanya dan nunjuk-nunjuk ke arah luar. Maksudnya itu, "Mama/Papa, lihat ini, pahaku sakit disuntik sama Paman Dokter di luar situ tuh!"
Tiap hari minimal 4 kali.
Kapan lupanya sih, Nak? ;))





MJ juga suka sama lift. Sibuk pencet-pencet tombol.
Masih rajin juga bantu Mama sedot debu, ngoles mentega ke loyang, bantu kosongin mesin cuci (piring maupun pakaian), terus keluarin piring setiap mau makan.
Eh iya, MJ sekarang juga udah tahu, kalau mau makan, harus doa dulu. Jadi sama dia tuh piring dan gelasnya dia singkirin dulu, terus tepuk tangan dan nyanyi (doa), udah gitu gandeng tangan Mama dan/atau Papa, lalu tarik lagi piring dan gelas, mulai lah makan dan minum, hehehe.

Dari Musikgarten, MJ sekarang udah nambah kebisaan motoriknya. Bisa tippen (mengadu ujung-ujung kedua jari telunjuknya), bohren (salah satu jari telunjuk 'mengebor' telapak tangan lainnya), drehen (memutar-mutar kedua lengannya di depan dadanya). Nggak pemalu juga, malah selalu maju ke gurunya.
Terus kalau dapat Xylophone, hal yang pertama dilakukan itu bukannya mainin alat musik itu, tapi sibuk merhatiin paku dan hal-hal lainnya (kayak lepasin, terus pasang lagi), hehehe.

Rame banget ya, sekarang?
Nggak bisa dibandingin deh sama 18 bulan yang lalu.
Dulu nurut banget, sekarang udah mulai melawan.
Dulu mau aja tiduran terus, sekarang sih mana mau! Lari, ngotak-ngatik, manjat (gila sekarang, manjatnya!).

Tapi tetap aja, Papa dan Mama cinta MJ.
Selamat ulang bulan ya, MJ. Sehat selalu, dan terus berkembang.
Maafkan Papa dan Mama juga yang sering nggak sabar.

Freitag, 23. Oktober 2009

Sweet Seventeen (Months!)


Kali ini, Mama nggak telat nulisnya! :-D
*bangga*

Perkembangan selama 1 bulan terakhir ini lebih banyak di perkembangan emosional dan bahasa.
MJ sedang giat-giatnya mencari tahu nama semua barang. Kalau dikasih tahu nama barang itu, MJ akan ngangguk-ngangguk dengan serius.
Sudah beberapa kali MJ mengulang kata-kata yang Mama ucapkan (atau minimal, terdengar mirip), tapi tetap saja MJ belum bisa bicara. Nggak apa-apa ya Nak, masih ada waktu.

MJ juga sekarang senang banget bermanja-manja. Suka ngajak Mama duduk mojok bareng, terus peluk-peluk. Kalau ada Papa, diajak juga. Kalau ada Rhena, ya diajak juga.
Udah mau juga meluluskan permintaan Mama untuk dicium. Mungkin MJ merasa kasihan ya, emaknya bolak-balik memohon...kasih deh, kasih! :-D

Hobi baru lainnya itu, main (stage) piano.
Tiap hari, ribut minta main piano. Saking semangatnya, dia ambil semua kabel-kabel dan colokin sendiri kabel-kabel itu ke piano. Lucu banget, karena terpasangnya bukan pada tempat yang benar. Misalnya aja, kabel steker, masa' dipasang di bagian pedal?


Terus, MJ terus berusaha untuk berkomunikasi. Susahnya ya karena MJ belum bisa bicara, kami terkadang bingung, MJ maunya apa. Biasanya sih mudah dipahami, karena MJ menunjukkan apa yang MJ mau dengan jelas, tapi ada kalanya sama sekali nggak jelas sampai MJ kesal sendiri karena Mama dan Papa telmi, hihihi.

Masih belum bisa nunggu. Paling marah kalau disuruh nunggu.
MJ kan kalau makan selalu lebih dulu selesai, nah MJ boleh turun dan main selama yang lain nyelesaiin makan. Tapi masalahnya, mana mau MJ duduk tenang dan main sendiri? Harus ngajak-ngajak dong! Kalau udah gini, Mama yang biasanya kena nih. Tangan Mama ditarik-tarik MJ, minta supaya Mama nemenin MJ. Mama tolak lah, sambil bilang kalau Mama masih makan dan MJ harus tunggu sampai Mama selesai. Udah deh, MJ ngamuk... :-p
Atau yang parah itu kalau mau nenen tapi disuruh nunggu...
Tapi tetap aja, mau ngamuk kayak apa, MJ tetap harus nunggu. :-D

Omong-omong soal nenen, MJ masih hobby nenen.
Sekarang malah udah nentuin sendiri mau di mana (kesukaannya tuh di pojok sofa di ruang tengah) dan juga mau gaya nyusu kayak gimana.
Mau sambil duduk, sambil selonjoran, atau sambil berbaring dipangku Mama. Suka gonta-ganti gaya juga. Yang lucu itu kalau pas mau berbaring, jadi MJ udah miringin badannya, lalu ngoceh minta lengan Mama supaya menyangga badan MJ. :-D
Terus kalau Mama iseng nyusuin sambil baca iklan supermarket, MJ tuh sengaja naikin kaki dan tendang-tendang iklan sambil cekikikan (tapi tetap masih sambil nenen).

Kebisaan terbarunya itu jalan mundur, dan juga nyumput di bawah piano.

Pas Mama asyik lagi menunduk dan baca, MJ suka datangi Mama, lalu satu tangan memegang bahu Mama, dan kemudian MJ membungkuk supaya bisa memandang Mama, lalu menghadiahi Mama senyuman manis.
Aduh Nak, kalau udah begini, sesumpek apa pun perasaan Mama, langsung menguap seketika. :-D

MJ juga udah senang bantu beres-beres mainannya. Tahu persis, yang mana ditaruh di mana.
Terus, kalau mau ganti popok, MJ juga ikutan sibuk. Yang jadi korban itu ya Cosy, yang harus diganti popoknya juga. MJ copot celana dan popok Cosy, lalu MJ lap Cosy pakai tissue, dan MJ olesi krim. ;))

MJ juga udah nggak musuhan sama topi. Malah suka minta dipakaikan topi.
Kalau udah pakai topi, langsung deh lari-lari ke hadapan cermin, dan bercermin. Centil abis nurun dari Oma Mary-nya, hahaha...

Berat badan masih stabil di 10,5 kg.
Gigi ada 11 buah, dan 2 gigi taring di rahang atas sudah hampir keluar.

Udah tertarik juga sama anatomi tubuh: bisa nunjuk mana hidung (hidung sendiri, hidung Mama, hidung Papa, hidung Cosy, hidung Mopy, dll), mata, telinga, mulut, rambut, pusar, jari, dan kaki. Plus alat kelamin. Cuma sepertinya MJ belum sadar akan perbedaan alat kelamin, huahaha...Mama masih punya waktu sebelum ditanya-tanya.

Kalau MJ abis BAB, langsung ngadu ke Mama. Manggil-manggil Mama, terus nyerocos sambil tepuk-tepuk pantatnya.
Mungkin umur 2 tahun udah bisa mulai toilet training, ya? :-p
Udah punya ketertarikan juga sama pantatnya tiap ganti popok. Nggak peduli apa popoknya penuh atau nggak, selalu raba-raba. Awalnya Mama panik gitu, tapi kalau dipikir-pikir, ya mungkin MJ pengen tahu dan harusnya didukung, ya? Jari yang kotor itu kan bisa dicuci...

Oh iya, MJ sepertinya punya ingatan yang kuat, dan juga jiwa ngomel.
Ceritanya gini, hari Kamis (15/10) kan MJ diimunisasi. Disuntiknya di pangkal paha kiri dan kanan. Pakai acara ngamuk dan nangis lah, yang langsung reda begitu disodorin biskuit sama dokter (malah minta nambah!).
Ternyata, berhari-hari setelahnya, tiap lepas celana, dia pasti langsung nunjuk-nunjuk tempat ia disuntik (udah nggak ada bekasnya) dan ngoceh-ngoceh. Dari nadanya sih, dia ngomel-ngomel gitu. Matanya juga melotot gitu pas cerita, mulutnya monyong-monyong. Asli, lucu banget! Cuma ya itu, setelah hampir seminggu ya bosan juga lah, meladeninya. Jadi dicuekin, udah gitu MJ pun nggak cerita soal suntikan itu lagi. :-D

Soal makan, udah normal.
Masih nggak ribet, untungnya, semua dia makan. Bahkan yang asam sekalipun.
Belakangan ini malah kelaparan mulu, jadi deh sering ngemil biskuit anak-anak. :-p

Selamat ulang bulan ya, Cinta! :-*

P.S.: Hari ini udah sukses manggil Papa dengan panggilan seharusnya, bukan "Mama" lagi. :-D

Montag, 5. Oktober 2009

Beautiful Sunday





Untunglah ada mesin cuci...