Donnerstag, 11. November 2010

[Jason] Jason Surya


Sejak tanggal 14 Oktober 2010, jam 08:38, lengkap sudah keluarga kita (saat ini, nanti mungkin nambah, hihihi) dengan kehadiran bayi mungil yang sudah dipanggil-panggil "Beibi Jeisi" oleh MJ sejak masih di dalam perut. :-D

Dibilang mungil sih nggak, tapi kalau dibandingin sama MJ yang udah hampir 2,5 tahun ya mungil (banget!). Berat lahirnya 3,410 kg dan panjangnya 53 cm.
Tapi ya karena lahirnya 2,5 minggu lebih awal, bisa dibilang besar juga. :-D

Proses lahirnya bisa dibilang cepat, karena Caesar, hehehe. Jadi nggak ada itu drama di ruang melahirkan nyaris 24 jam seperti kasusnya MJ. Hari Rabu (13 Oktober) pagi yang kemudian molor jadi siang, ada janji kencan bareng seorang Oberartz ganteng, untuk membicarakan kemungkinan alternatif melahirkan mengingat posisi Jason yang setia melintang. Jason sih putar-putar di perut, terbukti kepala kadang ada di kanan, kadang di kiri, tapi...sepertinya pantang itu kepala masuk ke jalan lahir. :-p

Dari hasil USG, Jason dinilai udah cukup untuk lahir. Beratnya diperkirakan 3,3 kg. Lalu Oberartz menawarkan jadwal operasi hari Senin (18 Oktober). Tapi Papa dan Mama berpikir agak mepet sama kedatangan Oma Mary. Kan nggak enak aja Oma Mary baru datang dari jauh langsung diboyong untuk ke RS jemput Jason dan Mama? Nyamannya kan kalau Mama udah beberapa hari di rumah dulu. Hari Jumat ternyata penuh sama jadwal operasi. Ya sudah, jadinya hari Kamis.

Cepat banget, ya. Tengah hari diskusi, sorenya udah nginap di RS.
Mama dapat dilema sih, sebenarnya. Rasanya nggak benar gitu mengeluarkan Jason begitu saja, apalagi Jason kan masih kecil di dalam perut (dibandingin MJ yang 2 minggu melewati due date). Tapi Papa meyakinkan bahwa keputusan itu sudah yang terbaik, mengingat Mama yang benar-benar tepar dan kesakitan selama hamil tua.

Selesai dari RS, ya buru-buru packing keperluan buat selama di RS. Telepon-telepon juga, mengabari para calon oma dan opa (lagi). Mama juga pamitan dulu di facebook (halah!). Udah gitu ya ke RS, buat makan malam bareng terakhir kalinya dengan Jason yang masih di perut. Lalu Papa dan MJ pulang, rasanya aneh banget.

Jam 6 pagi Mama udah bangun, siap-siap. Jam 06:30 datanglah suster buat bangunin Mama, hihihi telaaaat. Lalu Mama pun dipasangi stoking jelek anti tromboli yang harus dipakai selama Mama di RS. Jam 7 pun Mama digiring ke ruang bersalin, dan syukur banget dapat bidan jaga Anna Nikolic yang udah Mama kenal dan orangnya baik serta ramah. Dipersiapkan untuk operasi, dan Mama mulai panik karena udah jam 08:00 dan Papa belum nongol juga (MJ diawasi oleh pembantu yang dibayar oleh asuransi kesehatan).

Pas Papa datang, pas banget sama waktu untuk operasi. Digiring lagi ke ruang operasi yang udah penuh sama orang, tanpa Papa. Ada Oberarzt, ada Frauenärztin, ada 2 orang pembantu mereka, ada bidan, ada dokter ahli anestesi dan pembantunya. Plus dokter ahli anak dan Papa yang nunggu di luar. Penuh kan, ya...serasa kayak bukan mau melahirkan aja.
Eh iya, dokter anestesinya juga lumayan ganteng (hihihi). Pas mau operasi, cincin kawin pun harus dilepas, dan siapa sangka...sampai hari ini itulah saat terakhir Mama pakai cincin kawin. :-(

Setelah mulai disayat-sayat, baru deh Papa boleh masuk. Tapi Papa nggak bisa lihat karena ditutupi kain. Nggak lama, Mama nggak bisa bernafas, walaupun sudah ada tabung oksigen. Biasa, Jason pasti posisinya gitu deh. Nggak lama kemudian, Jason diambil keluar, dan Mama langsung bisa nafas lagi.

Jason yang masih berlendir pun diletakkan di atas dada Mama. Sebentar saja, karena langsung dibawa ke dokter anak (bareng Papa perginya). APGAR-nya 10/10. Lega...!
Nggak tahu berapa lama kemudian, Mama baru dibawa lagi ke ruang bersalin, untuk kumpul bareng Jason yang sedang di atas dada Papa. Kata Papa, saat baru berbaring, Jason ditaruh di atas perut Papa, dan Jason pun "merangkak" ke dada, mencari susu. :-D

Selamat datang ke dunia ya, Nak! We love you! Termasuk kakakmu yang brutal itu, hihihi...

Dienstag, 9. November 2010

29 Bulan


Telat banget ya, postingnya. Nggak banyak juga yang bisa diceritakan. MJ belakangan ini suka banget teriak-teriak. Ampun deh, ada yang nggak pas dikit, langsung teriak. Kalau orang lagi ngomong, MJ teriak karena nggak suka, yang boleh ngomong cuma MJ doang.
Terus melawan terus. Tapi wajar ya, selain lagi Terrible Twos, juga mungkin pengaruh karena adik MJ udah lahir. :-)

Yang patut disyukuri, MJ tetap sehat, makan dan tidurnya tetap pintar, serta Bahasa Indonesianya udah makin oke (terima kasih, Oma Mary!)

Love you, Son!

Donnerstag, 23. September 2010

28 Bulan


Udah hampir 2,5 tahun! Tapi rasanya baru kemarin ini Mama lahirin MJ. Mama masih ingat saat Marian pertama kalinya ditaruh di atas dada Mama: saat sepasang mata itu penasaran ingin lihat-lihat dunia baru, saat sepasang kaki mungil itu belum bisa menyangga badan untuk memanjat, saat sepasang tangan mungil itu belum bisa mengambil telepon, dan saat sebentuk bibir mungil itu belum bisa mengucapkan sepatah kata pun...

Telepon. Itu yang sedang menjadi hit beberapa hari ini. Kalau telepon berdering, MJ melesat (Mama biasanya kalah cepat), memanjat dan ambil telepon. "Hallo...!" dan sudah deh berceloteh ria, dan kemudian "Bis dann! Tschüß! (Sampai nanti! Daag!)", memanjat dan mengembalikan telepon, menatap Mama sambil bilang, "Das war Papa. (Itu tadi Papa.)", dan kembali bermain, membiarkan Mama bertanya-tanya tadi Papa nelepon buat apa.
Kadang, kalau Papa mau bicara sama Mama, Marian pun menyodorkan telepon itu ke Mama, dengan tidak rela, sambil menunggu dengan tidak sabar untuk merebut kembali telepon itu.
Marian juga senang sekali untuk mencoba menelepon opa dan omanya, baik yang di sini maupun yang di Koblenz.

Saat Cosy si Beruang dicuci (karena ya ampun, kotoooornya), Papa yang pulang untuk makan siang pun langsung diseret MJ untuk pergi ke ruang cuci. Cerita Papa, MJ buka mesin pengering, keluarin semua baju yang ada, dimasukkannya ke dalam keranjang cucian. Buka mesin cuci, masukkan Cosy dan baju lainnya ke dalam mesin pengering, tutup mesin pengering, dan tekan tombol untuk menjalankan mesin pengering. "Cosy basah!" katanya, lalu melenggang meninggalkan Papa yang masih berusaha mencerna bagaimana sebentar lagi anaknya bisa disuruh mencuci pakaian. Padahal baru minggu lalu Papa terpana lihat MJ bisa ngebor pakai mesin...

Ultah Oma Ilse hari Senin kemarin dirayakan seperti biasa, makan malam bagi yang datang. Mama yang sedang kursus, pun absen. MJ dan Papa pun bergabung dengan adik Oma Ilse beserta suaminya, dan seorang sepupu Papa untuk makan malam bersama. Saat hendak pulang, MJ berjalan kembali ke ruang makan, menyalami mereka satu per satu sambil bilang, "Tschüß!"
Sopan sekali, kata mereka. Ajaran mamanya, kata Papa. :-p

Bayangan adalah satu hal yang menarik akhir-akhir ini. Awalnya MJ takut terhadap bayangan, tapi sama Papa diajarin bermain dengan bayangan, sampai-sampai MJ selalu mencari bayangan, di mana saja, kapan pun. :-D

Kalau ada flyer atau majalah, MJ juga suka bertanya-tanya tentang huruf-huruf dan angka yang ada di situ. Mungkin sudah mulai tertarik untuk belajar membaca, ya. Walaupun untuk saat ini selalu lupa lagi dan kembali bertanya, tapi mungkin ini adalah awal proses belajar membaca, tanpa tekanan. Sekarang ini buku kesukaan MJ adalah Wimmelbuch, ia sangat suka melihat halaman-halaman penuh gambar dan tanpa teks itu. Lebih suka lagi saat ia ditanya, "Mama lihat sepeda. Marian juga lihat?", MJ pun langsung sibuk meneliti halaman itu, mencari obyek yang dilihat Mama.

Setiap Papa habis makan siang dan hendak kembali kerja, MJ pun selalu setia untuk mengingatkan Papa supaya tidak lupa bawa apel dan kacang. So sweet! :-D
Cerewet sekali, seakan takut Papa kelaparan di kantor.
Terkadang juga bilang kalau Papa tidak boleh pergi kerja, MJ yang pergi kerja.

Oh, anakku, Mama sangat bangga padamu. Bukan karena apa yang sudah kamu bisa lakukan, tapi karena Mama boleh menjadi bagian darimu. Tumbuh terus, Cintaku! :-*

Mittwoch, 22. September 2010

Awet muda sih, tapi...

Lagi pakai sepatu, siap-siap mau pergi belanja. MJ seperti biasa, berceloteh.

MJ: Marian [ist] ein junger Mann!
Mama: Iya, Marian seorang laki-laki muda.
MJ: Papa [ist] ein Mann!
Mama: Betul, Papa seorang laki-laki.
MJ: Mama [ist] ein[e] junge Sau!
Mama: Frau, Marian! Frau, bukan Sau!

MJ masih juga belum bisa bilang "Frau" (perempuan).
Tapi kenapa kok melesetinnya jadi "Sau" (babi betina)?!
*sigh*
*kibas-kibas rambut a la Miss Piggy*

Freitag, 10. September 2010

Pantang Menyerah

Kemarin.

Dari bangun tidur MJ udah ribut mau pergi ke Aquarena (tempat renang dan sauna). Marah karena dibilangin nggak. :-p
Gitu terus, nanya terus dan terus. Sampai akhirnya Mama bilang, "Tanya Papa, deh...!"

MJ pun langsung melesat manjat sofa, dan melihat-lihat lewat jendela, mencari Papanya.
"Papa nicht da! (Papa nggak ada!)"

Mama: "Papa kan lagi kerja... Nanti pulangnya."

MJ: "Papa kerja cari uang biar bisa ke Aquarena."

Mama, sambil masak makan siang: "Iya... Biar bisa apa lagi?"

MJ: "Bisa mamam. Bisa jalan-jalan. Bisa ke Aquarena!"

Mama, dalam hati: "Yey, ke Aquarena lagi..."

MJ melesat turun dari sofa, entah ngapain, dan nggak lama kemudian ke dapur sambil nyodorin Mama telepon.

MJ: "Marian anrufe Papa! (Marian telepon Papa!)"

Mama spikles, nahan tawa, tapi pencet juga nomor telepon kantor Papa.

Mama, dalam Bahasa Jerman: "Papa, ini ada yang mau ngomong sama kamu."
*serahin telepon ke MJ*

MJ, dengan semangat menyala-nyala: "Papa, pergi ke Aquarena!"

Mama nggak tahu apa-apa lagi, selain lihat Marian cengar-cengir, dan ngoceh entah apa sama Papa, sebelum akhirnya menyerahkan telepon kembali ke Mama. Ternyata sama Papa dijanjikan akan pergi hari Sabtu. Pantesan jadi anteng.

Papa juga nanya, kok MJ tiba-tiba ribut mau ke Aquarena. Mama mana tahu. Akhirnya Papa nyadar, pas kemarin lusa nungguin MJ mandi (iya, nungguin, karena MJ udah nggak mau dimandiin, maunya mandi sendiri), Christian nelepon dan Papa sama dia berencana kapan-kapan mau ke Aquarena berdua. Nah, sepertinya MJ merasa berdua itu artinya dia juga ikut serta.

Dasar bocaaaaaaaah...!

Dienstag, 7. September 2010

33 Minggu: Posisi

Pagi ini, saat pegang perut, Mama pikir posisi Jason udah beda lagi dari kemarin malam. Papa juga bilang begitu. Semoga aja benar ya, Nak!
Semoga kamu sudah nggak melintang lagi, supaya semuanya lebih mudah. Ngeri, mikirin kamu dalam posisi melintang, di mana katanya sih kalau sampai air ketuban pecah ataupun pendarahan, lebih sulit untuk diselamatkan. :-(

Sudah seminggu ini Mama kepikiran terus soal posisi kamu. Walaupun Mama tahu, kamu bisa berbalik dan dapat posisi yang normal. Papa terus berdoa supaya kamu nggak lagi di posisi melintang. Semoga semuanya berjalan dengan baik ya...
Mama sih nggak peduli, harus caesar atau apa, selama kamu selamat.

Kita sudah sejauh ini, sampai sekarang harus 2 minggu sekali ke dokter kandungan untuk cek. Mama juga sudah diminta dengan sangat untuk ikut senam hamil. Tadinya kan Mama pikir, cukup lah renang hamil, hehehe...

Minggu lalu, untuk pertama kalinya kita cuma berduaan saat periksa di dokter kandungan. Menyenangkan sekali. Walaupun Mama rindu keberadaan kakakmu, tapi Mama menikmati saat Mama mendengarkan detak jantungmu, sendirian.
Sudah Mama putuskan, akan Mama ulangi saat-saat hanya berduaan denganmu itu. :-)

Sampai sekarang, kita belum juga punya foto USG untuk dipasang di blog. Setiap di-USG, kamu selalu tidak menampakkan profil wajahmu, sehingga dokter pun nggak memberikan foto ke Mama. :-D

Jason juga rajin bangunin Mama tiap sekitar jam 7 pagi. Lucu, tapi memang begitu adanya. Papa juga bilang, rasanya Jason lebih aktif daripada Marian saat di perut.
Kita lihat nanti ya, kalau Jason udah lahir.
Sekarang, nyaman-nyaman terus di perut Mama sampai saatnya ya. Jangan lupa untuk berbalik, cari posisi yang apa aja deh asal jangan melintang, hihihi...

Love you, son! :-*

Montag, 30. August 2010

Cerita dari Papa


Kemarin sore, Mama dapat keistimewaan dari Papa: 2 jam penuh istirahat tanpa MJ.
Papa bawa MJ bersihin mobil di pekarangan, hihihi...
Maksudnya sih supaya Mama bisa tiduran sebentar, karena dari pagi sampai siang selagi Papa main musik di gereja, Mama harus berhadapan dengan MJ yang lagi bad temper. Ditambah lagi, Mama udah mulai merasakan kontraksi latihan (Baby JS, jangan brojol dulu ya, tunggu Oma Mary!).

Malamnya, pas mau bobo, Papa cerita ke Mama, kemajuan dalam hal bahasa/komunikasi yang MJ lakukan selama 2 jam itu, di antaranya:

MJ, Kayla, dan Gizmo
Udah bukan hal baru, MJ suka sekali keluyuran ke tetangga sebelah. Bukan untuk bertamu, tapi buat main sama guguk mereka, Gizmo. Atau juga sama kucing-kucing mereka. Tapi kesayangan MJ sih ya Gizmo itu.

Seperti biasa, MJ minta izin dulu sebelum kabur ke tetangga (kalau nggak diizinkan ya ngambek, hahaha). Setelah dapat izin dari Papa, MJ pun pergi.
Nggak lama kemudian MJ datang lagi ke Papa sambil mengadu, "Kayla sagt, nicht Gizmo! (Kayla bilang, jangan Gizmo!)"
Papa pun tanya, dalam Bahasa Jerman, "Kenapa? Apa yang dilarang Kayla?"
MJ pun mukul-mukul tangan Papa, sambil bilang, "So! (Gini!)"
Papa: "Marian pukul Gizmo?"
MJ: "Ya..."
Papa: "Kalau Marian nggak pukul Gizmo, Kayla nggak akan marah. Lain kali, Gizmo jangan dipukul, ya...!"
MJ: *mengangguk, dan kemudian pergi ke halaman belakang buat main sepeda*


Nggak bisa...!
Supaya MJ semangat (dan mau) masuk ke rumah, Papa pun mengakali dengan perlombaan naik sepeda motor, siapa yang paling cepat naik, dia yang menang. Sepeda motornya dalam khayalan ya, yang ada cuma bunyi yang keluar dari mulut Papa dan Marian.

Papa sih bilangnya MJ udah cepat tuh lari naik tangga, tapi ya tentunya kalah cepat dari Papa. Melihat itu, MJ pun berhenti dan teriak putus asa, "PAPA! Marian nicht kann!!!! (harusnya sih, Papa, Marian kann nicht! alias Papa, Marian nggak bisa!)"
Papa pun bengong, ini anak kok udah bisa ngomong begini? Perasaan nggak ada yang ngajarin. :-p

***

Kelihatan jelas ya, kalau weekend, dan Papa banyak main sama MJ, MJ pun tiba-tiba punya kemajuan besar dalam Bahasa Jermannya. Sementara di hari-hari di mana Papa harus bekerja, otomatis ya Bahasa Indonesia.

Walaupun rasanya kok kemajuan Bahasa Indonesianya nggak dahsyat, tapi nggak jelek...mengingat makin hari Papa makin bingung aja kalau MJ ngoceh dalam Bahasa Indonesia. Artinya, kosa kata MJ udah makin banyak, makin jauh meninggalkan Papa, hahaha...!

Tapi ya Mama ngerti, bahasa utama MJ akan jadi Bahasa Jerman. Karena Papa dan Mama komunikasi dalam Bahasa Jerman, lingkungan sekitar pun berbahasa Jerman.
Nggak apa-apa, yang penting MJ mengerti dan bisa (sedikit) Bahasa Indonesia.

Oh ya, MJ juga udah mulai jahil. Masa' beberapa kali manggil Papa "Sweetie"?!
Nurut-nurut Mama aja! Huh...! ;))

BTW...balik ke atas. Mobil.
Mobil?
Hihihi, akhirnya, sejak akhir bulan Juli, kita punya mobil.
"Mazda kita" atau "Unser Mazda", kata MJ sih.

Setelah selama ini setia dengan bus, sepeda, jalan kaki, kereta api dan minjam mobil, akhirnya kita punya mobil juga, sama seperti nyaris semua rakyat Jerman lainnya. :-D
Walaupun menguras tabungan, tapi memang diperlukan. Apalagi bentar lagi kan ada dua anak.