Freitag, 10. September 2010

Pantang Menyerah

Kemarin.

Dari bangun tidur MJ udah ribut mau pergi ke Aquarena (tempat renang dan sauna). Marah karena dibilangin nggak. :-p
Gitu terus, nanya terus dan terus. Sampai akhirnya Mama bilang, "Tanya Papa, deh...!"

MJ pun langsung melesat manjat sofa, dan melihat-lihat lewat jendela, mencari Papanya.
"Papa nicht da! (Papa nggak ada!)"

Mama: "Papa kan lagi kerja... Nanti pulangnya."

MJ: "Papa kerja cari uang biar bisa ke Aquarena."

Mama, sambil masak makan siang: "Iya... Biar bisa apa lagi?"

MJ: "Bisa mamam. Bisa jalan-jalan. Bisa ke Aquarena!"

Mama, dalam hati: "Yey, ke Aquarena lagi..."

MJ melesat turun dari sofa, entah ngapain, dan nggak lama kemudian ke dapur sambil nyodorin Mama telepon.

MJ: "Marian anrufe Papa! (Marian telepon Papa!)"

Mama spikles, nahan tawa, tapi pencet juga nomor telepon kantor Papa.

Mama, dalam Bahasa Jerman: "Papa, ini ada yang mau ngomong sama kamu."
*serahin telepon ke MJ*

MJ, dengan semangat menyala-nyala: "Papa, pergi ke Aquarena!"

Mama nggak tahu apa-apa lagi, selain lihat Marian cengar-cengir, dan ngoceh entah apa sama Papa, sebelum akhirnya menyerahkan telepon kembali ke Mama. Ternyata sama Papa dijanjikan akan pergi hari Sabtu. Pantesan jadi anteng.

Papa juga nanya, kok MJ tiba-tiba ribut mau ke Aquarena. Mama mana tahu. Akhirnya Papa nyadar, pas kemarin lusa nungguin MJ mandi (iya, nungguin, karena MJ udah nggak mau dimandiin, maunya mandi sendiri), Christian nelepon dan Papa sama dia berencana kapan-kapan mau ke Aquarena berdua. Nah, sepertinya MJ merasa berdua itu artinya dia juga ikut serta.

Dasar bocaaaaaaaah...!

Dienstag, 7. September 2010

33 Minggu: Posisi

Pagi ini, saat pegang perut, Mama pikir posisi Jason udah beda lagi dari kemarin malam. Papa juga bilang begitu. Semoga aja benar ya, Nak!
Semoga kamu sudah nggak melintang lagi, supaya semuanya lebih mudah. Ngeri, mikirin kamu dalam posisi melintang, di mana katanya sih kalau sampai air ketuban pecah ataupun pendarahan, lebih sulit untuk diselamatkan. :-(

Sudah seminggu ini Mama kepikiran terus soal posisi kamu. Walaupun Mama tahu, kamu bisa berbalik dan dapat posisi yang normal. Papa terus berdoa supaya kamu nggak lagi di posisi melintang. Semoga semuanya berjalan dengan baik ya...
Mama sih nggak peduli, harus caesar atau apa, selama kamu selamat.

Kita sudah sejauh ini, sampai sekarang harus 2 minggu sekali ke dokter kandungan untuk cek. Mama juga sudah diminta dengan sangat untuk ikut senam hamil. Tadinya kan Mama pikir, cukup lah renang hamil, hehehe...

Minggu lalu, untuk pertama kalinya kita cuma berduaan saat periksa di dokter kandungan. Menyenangkan sekali. Walaupun Mama rindu keberadaan kakakmu, tapi Mama menikmati saat Mama mendengarkan detak jantungmu, sendirian.
Sudah Mama putuskan, akan Mama ulangi saat-saat hanya berduaan denganmu itu. :-)

Sampai sekarang, kita belum juga punya foto USG untuk dipasang di blog. Setiap di-USG, kamu selalu tidak menampakkan profil wajahmu, sehingga dokter pun nggak memberikan foto ke Mama. :-D

Jason juga rajin bangunin Mama tiap sekitar jam 7 pagi. Lucu, tapi memang begitu adanya. Papa juga bilang, rasanya Jason lebih aktif daripada Marian saat di perut.
Kita lihat nanti ya, kalau Jason udah lahir.
Sekarang, nyaman-nyaman terus di perut Mama sampai saatnya ya. Jangan lupa untuk berbalik, cari posisi yang apa aja deh asal jangan melintang, hihihi...

Love you, son! :-*

Montag, 30. August 2010

Cerita dari Papa


Kemarin sore, Mama dapat keistimewaan dari Papa: 2 jam penuh istirahat tanpa MJ.
Papa bawa MJ bersihin mobil di pekarangan, hihihi...
Maksudnya sih supaya Mama bisa tiduran sebentar, karena dari pagi sampai siang selagi Papa main musik di gereja, Mama harus berhadapan dengan MJ yang lagi bad temper. Ditambah lagi, Mama udah mulai merasakan kontraksi latihan (Baby JS, jangan brojol dulu ya, tunggu Oma Mary!).

Malamnya, pas mau bobo, Papa cerita ke Mama, kemajuan dalam hal bahasa/komunikasi yang MJ lakukan selama 2 jam itu, di antaranya:

MJ, Kayla, dan Gizmo
Udah bukan hal baru, MJ suka sekali keluyuran ke tetangga sebelah. Bukan untuk bertamu, tapi buat main sama guguk mereka, Gizmo. Atau juga sama kucing-kucing mereka. Tapi kesayangan MJ sih ya Gizmo itu.

Seperti biasa, MJ minta izin dulu sebelum kabur ke tetangga (kalau nggak diizinkan ya ngambek, hahaha). Setelah dapat izin dari Papa, MJ pun pergi.
Nggak lama kemudian MJ datang lagi ke Papa sambil mengadu, "Kayla sagt, nicht Gizmo! (Kayla bilang, jangan Gizmo!)"
Papa pun tanya, dalam Bahasa Jerman, "Kenapa? Apa yang dilarang Kayla?"
MJ pun mukul-mukul tangan Papa, sambil bilang, "So! (Gini!)"
Papa: "Marian pukul Gizmo?"
MJ: "Ya..."
Papa: "Kalau Marian nggak pukul Gizmo, Kayla nggak akan marah. Lain kali, Gizmo jangan dipukul, ya...!"
MJ: *mengangguk, dan kemudian pergi ke halaman belakang buat main sepeda*


Nggak bisa...!
Supaya MJ semangat (dan mau) masuk ke rumah, Papa pun mengakali dengan perlombaan naik sepeda motor, siapa yang paling cepat naik, dia yang menang. Sepeda motornya dalam khayalan ya, yang ada cuma bunyi yang keluar dari mulut Papa dan Marian.

Papa sih bilangnya MJ udah cepat tuh lari naik tangga, tapi ya tentunya kalah cepat dari Papa. Melihat itu, MJ pun berhenti dan teriak putus asa, "PAPA! Marian nicht kann!!!! (harusnya sih, Papa, Marian kann nicht! alias Papa, Marian nggak bisa!)"
Papa pun bengong, ini anak kok udah bisa ngomong begini? Perasaan nggak ada yang ngajarin. :-p

***

Kelihatan jelas ya, kalau weekend, dan Papa banyak main sama MJ, MJ pun tiba-tiba punya kemajuan besar dalam Bahasa Jermannya. Sementara di hari-hari di mana Papa harus bekerja, otomatis ya Bahasa Indonesia.

Walaupun rasanya kok kemajuan Bahasa Indonesianya nggak dahsyat, tapi nggak jelek...mengingat makin hari Papa makin bingung aja kalau MJ ngoceh dalam Bahasa Indonesia. Artinya, kosa kata MJ udah makin banyak, makin jauh meninggalkan Papa, hahaha...!

Tapi ya Mama ngerti, bahasa utama MJ akan jadi Bahasa Jerman. Karena Papa dan Mama komunikasi dalam Bahasa Jerman, lingkungan sekitar pun berbahasa Jerman.
Nggak apa-apa, yang penting MJ mengerti dan bisa (sedikit) Bahasa Indonesia.

Oh ya, MJ juga udah mulai jahil. Masa' beberapa kali manggil Papa "Sweetie"?!
Nurut-nurut Mama aja! Huh...! ;))

BTW...balik ke atas. Mobil.
Mobil?
Hihihi, akhirnya, sejak akhir bulan Juli, kita punya mobil.
"Mazda kita" atau "Unser Mazda", kata MJ sih.

Setelah selama ini setia dengan bus, sepeda, jalan kaki, kereta api dan minjam mobil, akhirnya kita punya mobil juga, sama seperti nyaris semua rakyat Jerman lainnya. :-D
Walaupun menguras tabungan, tapi memang diperlukan. Apalagi bentar lagi kan ada dua anak.

Montag, 23. August 2010

27 Bulan


MJ makin asyik cerita. Udah makin banyak deh kosa katanya, baik Bahasa Indonesia maupun Jerman. Makin jelas juga dan makin mudah dimengerti.Tetap aja nggak bisa diam, ngoceeeeh terus. Heran, bawelnya nurun dari siapa sih?
Mama sampai bilang ke Papa kalau adik MJ pasti lebih kenal suara MJ daripada suara Mama atau Papa, saking seharian ya yang didengar suara MJ mulu. ;))

Belakangan ini MJ juga balik ke fase susah. Melawan terus. Teriak-teriak bilang "Nein!" sambil kabur. Atau tutup mulut rapat-rapat saat harus sikat gigi. Atau tari kejang saat harus bangun dari tempat tidur. Atau bikin ulah saat harus ganti popok. Atau ngamuk cuma karena MJ sendiri lupa naruh Cosy di dapur saat MJ makan. Serba salah, tiap hari Mama dan Papa harus berantem mulu sama MJ. Sediiiih banget.

Mungkin MJ nggak tahu, betapa sakitnya hati Mama dan Papa setiap harus marahin atau menghukum MJ. Kadang Mama sampai harus nelepon Papa di tempat kerja karena rasa sedih itu. Dan kemarin lusa, saat MJ udah tidur, Papa curhat ke Mama, betapa hati Papa sakit karena harus marah dan menghukum MJ yang bandel.
Mungkin MJ mikirnya Papa dan Mama marah-marah mulu, dan nggak ngerti kemauan MJ. Tapi Nak, ketahuilah, kalau kami tidak suka itu. Kalau kami nggak punya tanggungjawab untuk mendidikmu, kami tidak akan mau marah dan menghukummu.
Buat Mama dan Papa, lebih baik sakit hati karena marah dan menghukummu, daripada melihat kamu nantinya dihukum oleh orang lain.

Di sisi lain, MJ makin mandiri. Sehabis makan, nggak perlu lagi Mama lap pakai waslap. Nggak perlu juga Mama antar ke kamar mandi untuk cuci tangan dan cuci mulut. MJ sekarang turun sendiri dari kursi dan pergi sendir ke kamar mandi untuk cuci tangan dan mulut, sambil bilang, "Ohne Mama! Ohne Papa! (Tanpa Mama! Tanpa Papa!)"
Udah bisa buka baju tidur sendiri juga, buka popok sendiri, buka celana sendiri.
Mama bangga sekali sama MJ, sekaligus rasanya...waktu ini cepat sekali berlalu, anak Mama makin lama makin nggak butuh mamanya lagi. :-)

Kemarin pagi, Papa rebus telur. Dan seperti biasa, kalau masak, MJ harus ikut serta. Dan kemarin itu benar-benar pagi yang bikin Mama dan Papa stress. Walaupun MJ udah diingatkan Papa kalau kompor itu panas, MJ tetap aja pegang. Hasilnya jari telunjuk tangan kanan MJ pun melepuh. Aduh Nak, Mama udah hampir nangis! Walaupun MJ nangisnya cuma sebentar, tapi rasanya hati ini mencelos.
Mama nggak habis pikir, kenapa MJ harus melakukan apa yang Papa dan Mama sudah larang sejak MJ masih kecil?
Tapi mungkin pengalaman memang guru terbaik ya? Semoga sekarang MJ belajar dari pengalaman itu.
Sama Baby JS juga sampai sekarang MJ masih baik-baik aja, mungkin karena belum lahir ya. :-)
Masih suka elus-elus perut Mama, dan merancang segala macam rencana untuk Baby JS, seperti harus duduk di sisi MJ, harus bobo bareng, dll. Tapi kalau MJ lagi ngadat, perut Mama pun jadi sasaran pukulan.

Oh ya, MJ masih benci kamera... Dan buat yang penasaran sama foto jungkir balik yang diceritain bulan lalu, ini dia:

Freitag, 30. Juli 2010

26 Bulan


MJ makin lama makin nggak suka difoto. Kalau Mama yang coba foto, langsung kabur atau memalingkan muka sambil cekikian dan bilang, "Nein!"
Nah, kalau orang lain yang foto, langsung kabur dan nangis sambil bilang, "Nein! Nicht foto macht! (Tidak! Jangan bikin foto!)" Jadi aja deh, tampang dia kalau di foto itu hancur lebur.
Contohnya itu pas Familientag di kantor Papa kan ada sesi foto keluarga gratis. Nah, kapan lagi toh, difoto barengan, komplit sekeluarga, gratis pula! Udah dibilangin tuh ke MJ, kalau kami mau foto-foto. MJ iya-iya aja. Eh, pas di tempatnya, saat Papa dan Mama udah duduk manis, MJ malah kabur sambil jerit-jerit! >:)
Dibujuk kagak mau. Papa berusaha tangkap, MJ langsung kasih aksi tari kejang, bikin lebih susah nangkap MJ daripada nangkap belut. Akhirnya Mama yang turun tangan. Minimal berhasil bikin MJ duduk di pangkuan Mama. Ehm...tepatnya sih bukan duduk, tapi jungkir balik. Dan ya, gitu deh hasilnya jadi kacau, kepala MJ menghadap bawah... Ah sudah lah, foto gagal.
Yang paling nyebelinnya itu, begitu selesai sesi foto, MJ ngamuk-ngamuk minta difoto! Tapi begitu lihat kamera diarahin ke MJ, ya ngamuk-ngamuk lagi nggak mau difoto. >:)
Tapi untungnya, MJ masih mau difoto sama Papa. Phiuh...!
Jadi, yang bulan ini yang (masih) bisa dinikmati itu kebanyakan hasil karya Papa, kecuali pas MJ tidur.

MJ ngocehnya masih jalan terus. Terkadang malah bikin kepala pusiiiiing, soalnya kalau udah ngoceh itu nggak berhenti. :))
Oma Mary yang dengar di telepon aja kadang jadi ikutan pusing, apalagi Mama dan Papa yang dapat live, nyaris 24 jam sehari... =))
Jalan atau mau melakukan sesuatu juga bisa jadi super lama karena MJ malah sibuk ngoceh ini-itu. Semua aja diceritain.
Tiap dengar kata baru, langsung MJ ikutin, terserah mau Bahasa Indonesia, Jerman, Inggris, ataupun Schwäbisch. :-D

MJ juga masih aja nggak sabaran, ini sih kayaknya memang udah default, ya. Oma Mary juga bilang, masih ingat banget pas orok merah tuh MJ memang nggak sabaran. Mana kalau udah marah juga nyeremin. Masih aja sama kayak sekarang, hahaha...
Tapi di sisi lain, MJ juga maniiiiiiis banget. Misalnya nih, kalau Mama terantuk apa gitu, MJ langsung sibuk tiup-tiup dan nanya, "Schon besser? (Udah baikan?)"
Atau nih...pas Mama lagi sedih, terus mendadak MJ tarik kepala Mama, dan...cup! Sebuah kecupan mendarat di bibir Mama. Aih, rasanya tuh nggak bisa tergambarkan! Anak Mama yang nggak suka cium-cium, malah menghadiahkan Mama kecupan!

Lompat-lompat juga udah makin ahli. Manjat juga samanya. Benar-benar anak yang nggak punya rasa takut deh...kecuali sama yang becek-becek atau kotor-kotor.
Masih aja tetap mogok jalan kalau di depannya itu ada kubangan. Atau jalan mengitar kalau ada kertas bekas berceceran di atas jalan. Tentunya nggak lupa dengan pesan sponsor, "Papa must das sauber machen!" alias... "Papa harus bersihin itu!" =))

Selamat ulbul ya, Sayangku! Sehat terus...! :-*

Montag, 19. Juli 2010

Di Perut Siapa?

Percakapan anak dua tahun dan ibunya, di dalam kamar mandi.

Anak, sambil tepuk-tepuk perut ndut emaknya: "Beibi Jeisi pelut Mama."
Emak, usap-usap rambut sang anak. "Iya, baby Jason ada di dalam perut Mama. Marian juga dulu ada di perut Mama."
Anak: "Papa juga ada di pelut Mama dulu?"
Emak: "Hahaha, nggak. Papa dulu ada di perut Oma."
Anak: "Opa juga di pelut Oma dulu?"
Emak: "Nggak. Opa dulu ada di perut..." *mikir bentar, apa ya Bahasa Indonesianya?*
Anak: "Di pelut Mama?"
Emak, merinding: "Bukaaan...! Di perut Ur-Oma."

***

Belakangan ini MJ sering banget ngomongin dan nanya tentang adiknya, yang ternyata bakalan cowok. (Hahaha, Papa kecele deh!)
Sudah pakai rencana segala nanti mau main bola dan traktor sama adiknya. Lalu cerita kalau nanti adiknya harus makan anggur, duduk di high chair, ganti popok, pantatnya dibersihin Papa dan Mama, dll.

Hari ini MJ juga bantu Mama lipat baju-baju bekas MJ dulu pas baru lahir, buat adiknya.
Semoga saja nanti kalau adiknya sudah lahir, MJ tetap sayang dan perhatian ya... Cemburu boleh, tapi jangan sering-sering dan jangan galak-galak ya, Nak! :-*

Freitag, 25. Juni 2010

25 Bulan


Ulbul yang nyaris terlupakan, entah kenapa, hehehe...

Perkembangan masih dari segi bahasa, makin lama makin jelas. Misalnya, sekarang MJ udah bilang "Opa", bukan "Papu" lagi. Juga udah bisa bilang "Oma Mary" dan "Opa Johan", para kakek-nenek lainnya harus bersabar, ya... :-p

Terus, sudah pengen tahu banyak. Misalnya air yang dari keran itu mengalir ke mana. Atau dari mana datangnya susu sapi (syukurnya, nggak berpikir dari supermarket atau dari mesin!). Atau juga keju, mentega, dan yoghurt itu terbuat dari apa. Sapi dan ayam makannya apa, dan menghasilkan apa. Ikan/burung ada di mana dan ngapain. Dan...masalah pencernaan. Udah bertanya dan tahu, bahwa makanan yang masuk ke mulut, menjelajahi tenggorokan, masuk ke perut, dan keluar lagi. Begitu juga dengan minum. Kadang, saat ganti popok, MJ cerita, itu hasil dari makan apa (masih ingat, apa aja yang dia makan kemarin).

Ke bayi, kadang manis dan peluk-peluk, kadang masih brutal juga. Terutama di Musikgarten, brutal abis..., nggak ke bayi, nggak ke anak yang lebih besar dari MJ.
Mama udah putuskan, ini kali terakhir ke Musikgarten. Sayang sih, tapi sudah lah. Toh MJ juga mau dimasukkan ke pra-TK. Takutnya kepenuhan jadwal MJ.

Musikalitasnya udah lebih berkembang. MJ memainkan piano mininya dengan baik. Beberapa kali malah mengikuti nada yang sebelumnya ditunjukkan. Dari 1 lagu, MJ beberapa kali menekan 3 nada yang tepat berturut-turut. Kata Papa, harus terus dilatih mumpung usia MJ masih muda dan mampu menyerap banyak hal. :-)

Mama juga jadi nggak perlu catatan belanja lagi. Tinggal bilang ke MJ perlu beli apa, begitu di toko, ribut dah MJ, apa aja yang harus dibeli.
Tapi..., yang biasanya dia nggak terlalu suka, nggak dia sebut. :))
Malah dari rumah, kalau Mama sebutin "Brokoli", misalnya, MJ udah protes dulu. Geleng kepala dan bilang, "Nicht Blokoli!", hahaha...! Sayangnya MJ nggak punya hak veto, ya. Mama yang berkuasa penuh menentukan beli dan masak apa. :-p

Saat ini MJ juga lebih suka tahu daripada daging, dan lebih suka susu kedelai (tanpa gula!) daripada susu sapi.
Masih tetap gila sama yang namanya stroberi (ini nih, kalau di rumah nggak ada persediaan, bakalan terus diingatkan sama dia, "Edbelen kaufen/holen/beli!". Mangga juga suka banget, nggak peduli yang matang atau yang mengkal. Pepaya juga masih cinta, tapi Mama yang ngerem, karena...mahal banget. :-p
Kalau Mama masak, MJ juga selalu ingin tahu, apa aja bahannya, dan kapan boleh dimakan.

Lagaknya juga udah kayak Papa, ehm...orang dewasa. Buka pintu kulkas, dan lihat-lihat isinya. Terus kalau lihat agar-agar, langsung ribut minta.
Tampangnya saat inspeksi kulkas itu lho, lucuuuu banget. Celingak-celinguk. Mana kulkas kan tinggi tuh, jadi MJ harus menengadah.

Dan yang nyebelin..., sekarang tiap MJ lihat dada mama, nggak lagi bilang, "Nenen", tapi "Euter". Coba ya...! Masa' mamanya disamakan dengan sapi?!?!

Terus...Mama udah dua kali berturut-turut gunting rambut MJ sendiri (bukan cuma poni). Lumayan, hasilnya nggak terlalu mengecewakan. :-D
Papa sih senang karena nggak perlu tiap bulan ngeluarin duit buat potong rambut MJ ke salon, hahaha.... Nggak ding, Papa senangnya karena eh ya itu, Mama bisa potong rambut MJ sendiri, bahkan sampai ke belakang telinga. :-p

Sehat terus ya, Nak! Mama dan Papa cinta kamu! :-*