Mittwoch, 21. Mai 2008

42 Minggu 3 Hari

Pagi ini akhirnya terlihat juga kontraksi saat di-CTG. Detak jantung Baby masih bagus dan juga masih aktif bergerak. Baby juga bereaksi saat terjadi kontraksi, walaupun cuma sekali. Detak jantung Baby saat itu langsung turun, tapi kemudian naik lagi.

Dokter minta supaya Mama datang lagi ke rumah sakit sore atau malam ini, untuk CTG lagi dan berbincang-bincang tentang rencana besok. Sesuai jadwal, besok Mama harus tes Wehenbelastung. Jadi, Mama dikasih obat supaya merangsang kontraksi. Kalau Baby belum juga mau lahir, ya tiap 2 hari dikasih lagi, dengan dosis yang lebih tinggi. Semoga aja nggak perlu nunggu terlalu lama, ya... Kasihan kamu, dibuat stress begitu.

Cara alami juga udah Papa dan Mama tempuh. Ya semoga aja ada hasilnya. :-)

Papa juga udah tiap hari ditanya terus sama teman-teman kantornya. Mereka berharap setiap hari kalau hari itu Papa nggak masuk kerja karena kamu lahir. Selain itu, Papa juga udah cukup lama was-was, mikirin kamu yang kata salah seorang bidan di RS, nggak mau pisah dari Mama... :-p

Mittwoch, 14. Mai 2008

41 Weeks 3 Days

Baby masih betah juga di perut Mama...

Terakhir merasa nyeri yang lumayan itu hari Kamis malam, minggu lalu. Setelah itu, nyaris nggak ada rasa. Mama jadi bingung, walaupun sempat senang juga saat hari Sabtu menemukan Schleimtropf, yang menurut di buku dan orang-orang yang sudah melahirkan adalah tanda sebelum melahirkan. Katanya sih, dalam waktu 2 hingga 3 hari, proses kelahiran sudah bisa dimulai. (Tapi hari ini adalah hari ke-4, dan Baby masih anteng, huehehe...)

Kemarin Mama udah harus mulai setor perut tiap dua hari ke rumah sakit. Mama lebih suka kalau periksanya ke Dokter Hamann aja, tapi beliau sedang liburan hingga tanggal 23 Mei nanti. Untungnya Oma Mary nemenin Mama ke rumah sakit, jadi masih ada pelipur lara. Nggak tahu kenapa, kemarin itu walaupun bidan dan dokternya ramah, tapi kok malah menjatuhkan semangat Mama... Kalau Mama nggak minta lebih, mereka cuma melakukan CTG saja lalu menyuruh Mama pulang.

Tapi hari ini Mama ada janji sama Hebamme Rückl, dan tadi malam akhirnya Mama bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin kamu mau memberi waktu lebih buat Mama untuk menikmati saat-saat terakhir merasakan gerakanmu di dalam perut ya, Sayang?
Mama cuma bisa berharap supaya kamu akhirnya bisa lahir dengan selamat dan nggak kurang apa-apa. Cuma kamu yang bisa memutuskan kapan kamu mau lahir. (Psst, Papa sejak beberapa hari yang lalu punya perasaan kalau kamu bakal lahir hari ini...)

Baik-baik saja di dalam perut ya, Nak, selama kamu masih menginginkannya. :-*

Donnerstag, 8. Mai 2008

Betah

Sudah nyaris 41 minggu tapi Baby masih tetap betah di perut Mama. Selain Papa, semuanya sudah nggak sabar nunggu Baby lahir. Banyak banget yang nanya, kapan sih Baby lahir. Mama sih jawabnya, "Pengennya sih sekarang juga..."
Bukannya apa-apa, Mama udah beneran pengen lihat dan peluk kamu. Selain itu, tubuh Mama rasanya juga udah nggak enak.

Tadi pagi, Oma Bärbel nelepon dan cerita kalau malamnya Oma Bärbel mimpi Papa nelepon untuk menyampaikan kalau Baby udah lahir. Lucunya, di dalam mimpinya, Baby bernama Charly. Hihihi, nggak nyambung, ya... Apalagi kan Oma Bärbel tahu inisial Baby: MJ.

Tapi pas siangnya kontrol ke dokter Hamann, eh...ternyata udah pembukaan, lho! Walaupun baru 1 cm, hehehe. Tapi rasanya Mama jadi semangat. Dulu rasanya tuh, kok Baby nggak mau lahir-lahir. Sekarang rasanya beda. Nggak lama lagi, Mama dan Papa bisa peluk Baby. :-D

Jadi, mungkin ini catatan Mama yang terakhir sebelum Baby lahir. Mama mau bilang, kalau Mama cinta banget sama kamu (Papa juga, tentunya). Selama kehamilan, Mama nggak merasa berat sama sekali. Kamu benar-benar nggak rewel, dan benar-benar sangat lovely.

Sampai ketemu, Anakku! :-*

Mittwoch, 23. April 2008

38W3D


Udah lama juga ya, nggak update blog, sementara due date semakin dekat.

Hari Minggu kemarin Oma Mary udah sampai di Stuttgart, dan sejak kedatangannya Mama malah jadi bingung dan nggak enak sendiri, soalnya dia nggak mau diam. Kerja terus. Masak ini lah, beresin itu lah, bersihin ini-itu lah. Katanya sih, mumpung Baby belum lahir. Yang punya nesting instinct kok malah Oma Mary, ya...bukan Mama, hihihi.

Kamar Baby juga udah hampir rampung. Minimal, udah layak huni, hehehe. Lemari buatan Papa juga banyak yang muji, cantik sih. Besok rencananya Mama bareng Oma Mary mau mendekor kamar Baby. Stop dulu belanja-belanji, kayak dua hari ini...soalnya Mama juga jadi pusing lihat meja penuh sama buah-buahan yang dibeli Oma Mary. Memang bagus sih, tapi kan yang harus ngabisin semua buah dan makanan lainnya itu Mama...
Tiap Mama bilang udah kenyang, langsung dibilang kalau Mama harus ngabisin demi Baby. Ya...nurut deh.

Terakhir akupunktur sama Frau Rückl, katanya sih posisi Baby masih di atas. Belum masuk ke jalan lahir, walaupun udah sejak 10 minggu yang lalu posisi kepala Baby ada di bawah. Mama dan Papa masih harus sabar nunggu sampai Baby lahir, artinya.

Minggu lalu, kan telepon kita ngadat karena Papa salah masang kabel. Jadinya, kalau ada yang nelepon, ya nggak nyambung. Nah, rupanya hari Minggu, Oma Bärbel dan Tante Claudia coba nelepon, ke rumah dan ke handy (yang dimatiin). Karena nggak bisa menghubungi kita seharian, mereka udah sempat panik karena mikir kalau Mama udah masuk rumah sakit dan Baby udah lahir. Begitu Papa nyalain handy-nya, jangan tanya deh berapa banyak jumlah pesan yang ada... :-D
Oma Ilse juga sempat serba salah, karena dia mau pergi liburan tapi takut ketinggalan peristiwa Baby lahir. Setelah Papa janji bakal ngabarin, baru deh Oma Ilse tenang.

Tumbuh yang baik ya, Sayang! Tapi jangan kelamaan di perut Mama, kan Mama udah pengen peluk dan cium kamu... :-*

Mittwoch, 2. April 2008

Policemen


Senin malam kemarin, papanya Daniel dan Franziska konser di Café Balzac, bareng teman-teman segrupnya yang dinamai Policemen. Lagu-lagunya tentu aja dari koleksi hits The Police dan Sting.

Café yang bisa dibilang mungil itu penuh sesak deh sama penonton. Mama udah sempat panik, takut nggak bisa nafas dengan baik. Belum lagi, karena kondisi tempat, jadinya ya bising deh. Beberapa orang teman lainnya yang juga nonton, sampai geleng-geleng kepala lihat Mama dengan perut buncit dengan cueknya nonton konser, hihihi. Sebenarnya sih ya kenapa nggak, toh duduk ini. Bukannya sekian jam berdiri non-stop dan jingkrak-jingkrak.

Lagian, Baby memang musikalis kali, ya. Anteng banget selama konser. Nggak peduli sama jenis lagunya, dari yang nge-pop, nge-rock, sampai nge-funk. Justru pas rehat, baru deh nendang-nendang. Mama jadi ingat sama kejadian pas pesta ultahnya Oom Andy...
Papa sampai bilang, mungkin begitu Baby berumur 14 tahun, rumah nggak akan bisa damai sentosa lagi, karena Baby pasti setel musik keras-keras, atau malah ngumpulin teman buat main band di rumah. :-D

Oh iya, konsernya oke. Seperti biasa, papanya Danny main berbagai macam instrumen sekaligus. Sempat nyanyi solo juga walaupun kelihatan gugupnya, hehehe. Terus Mama juga kagum banget sama penyanyi utamanya (tapi lupa namanya, hihihi), sambil main gitar sambil nyanyi nyaris non-stop gitu. Nada-nada tinggi bukan masalah baginya. Walaupun (kata Papamu yang perfeksionis itu) permainan gitarnya nggak sempurna, tapi bahkan Papa pun mengacungkan jempol.

Mamanya Danny juga tentunya hadir, setelah berhasil menidurkan Danny dan Franziska, yang malam itu dijaga oleh oma mereka.

Senin pagi, Mama kontrol lagi ke Dr. Hamann. Semuanya baik-baik aja. Mulut rahim masih tertutup, detak jantung Baby bagus, posisi kepala juga masih tetap di bawah, ukuran Baby juga bagus. Walaupun Mama cuma nambah 400 gram selama 2,5 minggu, tapi kata dokter udah nggak perlu khawatir. Begitu juga sama ukuran perut Mama yang kalah besar dari ukuran perut Ulrike yang usia kandungannya 4 minggu lebih muda.
Tapi Mama kena 'omel' oleh seorang suster begitu dia tahu kalau Mama belum nyiapin koper buat ke rumah sakit, hihihi. Sebenarnya Papa juga udah bolak-balik ingetin sih, tapi ya belum Mama lakukan aja. Tapi semoga hari ini, deh.

Kamar Baby juga belum kelar-kelar. Papa masih berkutat dengan lemarinya. Ya, disambi gitu ya memang jadi lama deh. Papa niat cuti lagi begitu ada kesempatan supaya bisa nyelesaiin lemari itu. Deterjen khusus buat Baby juga belum ada, jadi Mama juga belum bisa cuci baju-baju Baby. Ini sebenarnya alasan utama Mama kenapa belum nyiapin koper. Pengennya Mama tuh, semua ada di situ. Komplit. Karena kan Mama yang tahu Baby pengen Mama pakaikan baju yang mana pas keluar dari rumah sakit. Kalau mengandalkan Papa, takutnya selera nggak matching, hihihi. Nggak penting banget ya, keinginan Mama. Tapi yang pasti, Papa bilang, sebelum kita berangkat ke Idstein buat menghadiri upacara konfirmasi Nicolas, koper itu harus udah siap dan dibawa-bawa.

Eh iya, Oma Ilse nggak suka sama ide Baby lahir di jalan tol. Padahal kayaknya keren, ya? Ntar kan di akta lahir, tercantum "Jalan tol nomor sekian, kilometer sekian, antara kota ini dan kota itu" sebagai tempat kelahiran. :-p

Montag, 10. März 2008

Berenang


Baby suka banget kalau diajak berenang, sama sukanya kayak kalau diajak bersepeda.

Kalau pas bersepeda dan berhenti karena nunggu lampu lalu lintas, Baby suka protes, nendang gitu. Pas kaki Mama kembali mengayuh sepeda, baru deh Baby anteng lagi. Pas berenang juga mirip. Setiap Mama kelamaan bersantai, Baby pasti nendang protes. Kalau Mama sudah menunaikan 4 lap (@50 m), baru deh Mama boleh santai-santai. Mungkin setelah 4 lap kamu pun capek, ya? :-)

Kemarin kan sebelum berenang, Mama cek berat badan. Wah, nggak ada perubahan sejak terakhir nimbang di dokter Hamann. Padahal udah 1,5 minggu berlalu. Papa sampai bilang, kalau hari Kamis nanti ditimbang dan beratnya masih sama, harus minta USG, supaya bisa tahu apa Baby tumbuh baik di dalam perut Mama atau nggak.

Tapi harusnya sih iya, soalnya perut Mama memang ngegendutin. Udah kayak bola aja. Sekarang kalau duduk di tempat yang rendah, malah perut udah bisa nyentuh paha, lho. Rasanya lucu, karena seumur-umur belum pernah deh.

Nggak habis pikir juga sih, ke mana larinya semua makanan yang Mama makan...

Tapi sisi baiknya, Mama belum perlu beli bikini baru. Kalau baju renang sih lupakan saja, terlalu sesak di bagian perut. Walau atasan bikini lama itu agak maksa, tapi ya...sayang uang ah, kalau buat beli yang baru, kepakainya juga cuma sampai 2 bulan ke depan. :-p

*moga-moga gambar posting kali ini nggak dapat protes dari FPI...*

Montag, 3. März 2008

9 Weeks To Go...

Minggu lalu, pas Baby berusia 30 minggu dalam kandungan, kita periksa lagi ke dokter Hamann. Minggu itu adalah kali pertamanya kita melakukan CTG, buat memantau detak jantung Baby. Akhirnya, Mama bisa dengar juga. Rasanya senang banget...walau sempat nggak percaya kalau detak jantung Baby secepat itu. Tapi Baby lucu juga, suka banget gerak-gerak dan bikin susternya harus bolak-balik nyari posisi yang tepat. :-D

Pas konsultasi sama Dokter Hamann, Mama sempat diprotes mengenai berat badan. Mama juga bingung, kenapa cuma naik setengah kilo dalam dua minggu, padahal Mama makannya udah kalap. Tanya Papa, deh... :-)
Tapi pas di-USG, dokter merasa lega karena ternyata Baby baik-baik aja pertumbuhannya. Papa sampai berteori kalau Baby ngambil terlalu banyak makanan dari tubuh Mama, makanya berat Mama susah naiknya walaupun Papa tekor memenuhi kebutuhan makan Mama, hiehehe.

Oh iya, posisi Baby juga menurut dokter udah bagus. Kepala Baby udah berada di bawah. Semoga Baby betah ya, di posisi itu, supaya bisa dilahirkan secara normal...
Heran juga, belakangan Baby agak sombong kalau di-USG, nggak mau kasih lihat wajah. Jadi Mama nggak dapat oleh-oleh berupa foto USG Baby, deh... ;-)

Mama senang banget karena Baby nggak rewel. Mama masih bisa sibuk dengan Mini Kanal dan main sama anak-anak di situ, bahkan gendong-gendong mereka tanpa dapat protes dari Baby. Tapi bentar lagi Mama mau cuti panjang karena mau konsentrasi aja sama Baby. Udah bilang ke Papa, Mama mau tunggu sampai Baby berusia 3 tahun, baru terlibat lagi dengan Mini Kanal. Jadi ya sekalian gitu, pas Baby gabung juga di sana.

Sabtu kemarin, kita kedatangan keluarganya Christian. Sebenarnya Papa ngundang mereka sih, karena udah lama juga nggak kumpul bareng. Terakhir itu pas Mama belum tahu kalau ada Baby di dalam perut Mama (Papa sih udah curiga...)
Jadi aja, dari hari Jumat, Mama sibuk masak menu pilihan Papa: sate ayam, sate manis, lontong, ayam goreng, pecel, dan rendang. Papa nggak kreatif, ya? Pilihannya itu lagi, itu lagi, hehehe.

Silvian sempat kecewa pas tahu kalau Baby belum lahir juga. Padahal dia udah berharap udah bisa main sama Baby. Dia malah bawa mainan kesayangannya buat dimainkan bersama.

Kamar Baby juga akhirnya ada. Semua baju dan barang-barang Mama sudah diungsikan, tembok juga udah dibobol sehingga sekarang dari kamar Papa dan Mama...nggak jauh lagi ke kamar Baby. Tinggal beberapa mebel harus disingkirkan dan Papa bikin baru. Waktunya nggak banyak sih, tapi semoga bisa selesai pada waktunya ya, Sayang! :-*