Dienstag, 4. August 2009

Visit Indonesia - Part 01

Sedikit cerita saat kita bertiga berlibur ke Indonesia...

München, 20 Juni 2009
Hotel: Mövenpick Airport Hotel München

Supaya nggak perlu subuh-subuh ngejar kereta dan kemudian pesawat, kita nginap semalam di hotel ini. Makan malam di restoran hotel, makan makanan Jerman terakhir kalinya untuk beberapa minggu ke depan, hehehe.



Paginya, pas sarapan, MJ sibuk flirting sana-sini, apalagi kebetulan ada sekelompok cewek muda duduk di depan meja kita. Benar-benar kayak di kandang ayam deh, MJ cowok sendirian, hiehehe...
Jam 10:30 cek out dan naik shuttle bus hotel yang ngantar ke bandara.


Etihad Airways, 20 Juni 2009
Lepas landas tepat sesuai jadwal, jam 12:20. Penerbangan pertamanya MJ, dan Papa-Mama deg-degan, apakah MJ akan merasa nyaman. Rupanya MJ nggak mau tidur. Jangankan tidur, duduk diam saja nggak bisa (justru kalau MJ mau duduk diam, Papa-Mama harus curiga, ya? Hihihi). Tapi akhirnya, setelah beberapa jam main, MJ tertidur juga sembari nyusu. Lumayan lama juga, hampir 2 jam. :-D


Abu Dhabi International Airport, 20 - 21 Juni 2009
Masalah!
Buggy MJ yang katanya bisa diambil saat mendarat di Abu Dhabi, tidak ada!
Habis deh 3 jam buat ribut-ribut nyari buggy, yang ternyata dimasukkan ke dalam kontainer barang tujuan Jakarta...
Mana nggak ada buggy pinjaman pula...
Eh tapi yang pusing itu Papa dan Mama. MJ sih senang-senang saja, lari-lari, main-main, berteman sama penjaga toko minuman keras dan juga dengan satpam bandara. Juga tentunya begitu lihat ada mobil petugas bandara nganggur, langsung deh manjat. Lalu begitu seorang nenek lihat MJ, dia pun ikutan duduk di samping MJ sambil nyiumin MJ (grrr...! Mama nggak bisa Bahasa Arab, dan dia nggak bisa satupun bahasa yang Mama bisa). Setelah itu, tahu-tahunya ada anak perempuan yang ingin juga naik mobil. Ya sudah, foto saja deh sekalian. :-D

Lama-lama MJ lelah juga, akhirnya Papa gendong pakai Tragetuch, dan kita pun mencari makan. Rencana awal untuk beristirahat di lounge spesial harus dibatalkan karena kita nggak bisa nemuin lounge-nya, hihihi. Akhirnya setelah hilir-mudik, nemuin juga kursi yang lumayan deh buat lonjoran. Papa dan MJ tertidur di situ...


Etihad Airways, 21 Juni 2009
Jam 02:25 waktu setempat kita pun melanjutkan perjalanan. Kali ini pesawat dipenuhi oleh TKI, udah sempat khawatir apa MJ bisa tidur karena bising sekali di dalam pesawat. Tapi syukurnya MJ nggak ada masalah dengan tidur.


Soekarno-Hatta International Airport, 21 Juni 2009
Sekitar jam 13:15 WIB, pilot sudah mengumumkan kalau sebentar lagi akan landing, dan MJ masih tidur dengan nyenyaknya. Terpaksa Mama bangunin, karena kan dalam proses landing, MJ harus dalam posisi terikat oleh sabuk pengaman. Masih setengah merem, MJ langsung minta susu, kasih deh...karena kan membantu telinga beradaptasi dengan perubahan tekanan udara.

Begitu mendarat, harus berjuang untuk dapat jalan. Para TKI nggak ada yang mau ngasih jalan, jadi ya harus ngotot, hehehe. Begitu sampai, ya ampun...antrian di bagian imigrasi penuh bangeeeet. Untung Papa nggak perlu apply visa on arrival karena kan sudah apply visa kunjungan di KJRI Frankfurt.

Kasihan MJ, duduk kepanasan di buggy. Dikasih minum air putih pun nggak membantu, dibuka baju dan celana hingga tinggal baju dalam pun MJ tetap kepanasan, dikasih mainan baru pun langsung MJ banting. MJ nangis terus...

Oh iya, selama proses ngantri, ada seorang TKW yang ngantri dekat sama kita ngomongin Mama. Dia bilang, "Halah, orang Indonesia gitu kok ngomongnya sok-sok pakai bahasa asing gitu!"
Mama sampai speechless, lah kalau ngobrol sama Papa pakai Bahasa Indonesia, mana si Papa ngerti? *garuk-garuk kepala*

Balik ke MJ dan tangisan. Ada untungnya sih MJ nangis, karena jadinya ada seorang petugas imigrasi yang datang dan bilang ke Mama, "Kalian ikut saya, lewat jalur khusus saja!"
Nah, TKW yang rese itu langsung ngedumel, protes. Mama cuek saja dan mendorong buggy MJ ke lajur diplomat, hehehe...
Lancar jaya, lho! Eh, harus nunggu sebentar ding, karena ada seorang wanita yang bermasalah. Jadi dia itu pas berangkat dari Indonesia, cuma berjilbab biasa. Nah, pas balik, jadi jilbab yang penuh, yang mata pun nyaris nggak terlihat. Tentu saja susah banget baginya untuk membuktikan bahwa dia itu orang yang sama. Kasihan banget, apalagi pas dengar suaranya yang sudah nyaris nangis...

Nunggu koper nggak keluar-keluar, akhirnya Mama minta supaya Papa sendirian aja yang nungguin koper, sementara Mama bawa MJ keluar dan kasih makan siang karena MJ kelaparan. Lagian, kan kasihan Oma Mary dan Opa Jacky yang nunggu di luar...

Begitu keluar, Oma Mary langsung heboh. MJ langsung mau digendong, tapi MJ jelas protes. Lah, perutnya kosong gitu, lho, hihihi. Oma Mary pun langsung sigap nyuapin MJ. Baru deh setelah selesai makan, MJ mau diajak main (alias jalan-jalan sambil dikintilin Oma).
Setelah Papa berhasil menyeret koper, kita pun langsung menuju mobil dan tancap gas ke Bandung. Oh iya, di mobil buanyak banget makanan yang enak...kayak pempek buatan Oma, bacang, sate, pokoknya mobil tuh penuh lah sama makanan. Terima kasih, Oma! :-D



To be continued...

Donnerstag, 4. Juni 2009

Emilia


Usianya tiga minggu lebih muda dari MJ. Ia juga salah seorang dari anak-anak seumuran MJ yang Papa-Mama kenal ortunya. Karena seumuran, ya diajak main bareng, apalagi baik Emilia maupun MJ paling sebal kalau disuruh diam di rumah tanpa teman bermain.

Tapi kok...MJ malah main sama mamanya Emilia?











Kok MJ malah main sama anak asing?











Franziska dicuekin, Leah dicuekin, Anni dicuekin, sekarang Emilia juga.
Apa MJ nggak suka main sama anak cewek?

Ah, nggak gitu! MJ demennya main sama anak yang lebih gede... :-D

Montag, 1. Juni 2009

A little bit of everything


Gambar di atas lucu, kan?
Itu hadiah spesial dari Tante Sherly.
Papa juga sampai terharu pas lihat, katanya benar-benar bagus, lho...!
Terima kasih banyak ya, Tante Sherly! :-D

Minggu lalu itu MJ uring-uringan. Kerjaannya marah, melawan, nangis keras melulu.
Digendong, nangis dan berontak minta turun. Dikasih turun, nangis sampai menjatuhkan diri di lantai. Serba salah, deh.
Papa dan Mama sampai bingung kenapa. Tapi ya mungkin MJ mau tumbuh gigi lagi, ya...
Itu, dan ditambah lagi bahwa MJ udah bukan bayi lagi, tapi anak kecil yang udah punya kemauan sendiri. Sayangnya Papa dan Mama nggak ngerti bahasa bayi.

MJ selalu mencoba untuk melakukan hal yang udah jelas dilarang.
Lagi, dan lagi, dan lagi.
Nggak kapok-kapok, kecuali sama oven panas. Tadi tuh, contohnya, karena cuaca bagus kan kita makan malam di teras. Papa panggang-panggang. Ini bukan pertama kali kita BBQ-an, dan MJ juga pernah tangannya terluka karena memegang panggangan yang panas. Eh, hari ini melakukan lagi! Untungnya MJ nggak apa-apa, cuma tangisan MJ bikin Mama yang lagi nyiapin salad di dapur, kaget banget sampai hampir motong jari sendiri.

Udah saatnya MJ belajar untuk mendengar apa yang Papa dan Mama katakan, walaupun untuk saat ini MJ terus mencoba untuk melawan.
Kalau dilarang atau dengar kata "Nein!", "Tidak boleh!" atau "Jangan!", MJ langsung marah dan nangis kencang.
Mama sedih tiap lihat dan dengar MJ nangis, tapi Papa bilang Mama nggak boleh sedih dan nggak boleh goyah, karena MJ pasti merasakannya dan malah makin membangkang.

Papa bilang, MJ juga udah jago manipulasi Papa dan Mama. Kejadiannya itu sekitar 4 hari yang lalu. MJ berulah di meja makan, lalu sama Papa diturunkan dan disuruh main sendiri di lantai. MJ pun merengek minta roti yang ada di atas piring Papa, tapi sama Papa dicuekin, biarpun MJ nangis-nangis. Lalu MJ pergi ke Mama, minta roti. Eh ya, Mama nggak tega, pikir tuh anak masa' dibiarin kelaparan. Jadi deh, Mama pangku MJ dan kasih roti.
Nah, Papa bilang tuh, begitu dapat, MJ langsung melihat ke arah Papa dengan dagu terangkat, dan pandangan menantang.
Duh! Mama salah sikap... Harusnya kan nggak boleh gitu.
Pastinya makan proses ya, untuk kompak sama Papa, dan juga bergeming sama tangisan MJ. Semoga Mama bisa cepat belajar, sehingga MJ nggak jadi manja.

Tapi 2 hari ini MJ jadi baik lagi moodnya. Syukur banget, anak Mama jadinya ketawa terus, bukannya nangis.
Eh, hari ini nangis kencang juga, pas rambut MJ dipotong sama Papa, hihihi...
Hasilnya bagus, lho, walaupun awalnya Mama kok teringat sama tokoh kartun Kobo-Chan, hehehe...
Untung deh Papa maksa mau motong sendiri. Mama sih maunya ke salon aja, kalau nggak di sini ya di Indonesia, hihihi...

MJ udah balik ke sifat asal, deh. Jahil, ceria, nggak bisa diam, dan bawel. :-D
Kemarin malah pas di gereja, Mama jadi tontonan karena harus bolak-balik ngejar MJ yang ngotot pengen ke podium mulu.
Papa juga sampai heran, anak-anak lain pada anteng duduk (atau malah tidur!) di pangkuan ortu mereka. Kalau pun jalan-jalan, nggak pernah jauh dari ortu mereka. Hihihi...

Terus, apa lagi, ya? Oh iya, Mama bikin muffin dan juga selai khusus buat MJ (tapi dimakan juga dong sama Papa dan Mama). MJ suka banget, nanti bikin lagi deh, terutama pas di Indonesia, biar Oma Mary nggak bingung mau kasih apa ke MJ buat sarapan maupun buat cemilan. Bikin sendiri, apalagi resep yang Mama punya, kan lebih sehat. Bahan pilihan, hehehe.

Ngomong-ngomong soal makan, Mama bolak-balik negur Papa, yang semena-mena masukin berbagai macam makanan nggak perlu ke mulut MJ. Yang terakhir itu kemarin tuh, permen penambah energi. Papa sih ngelesnya "Kasihan MJ kalau nggak nyobain..." atau "MJ suka, tuh!". Ya iyalah suka, namanya juga manis!
Tapi kan, di rumah itu kita nggak kekurangan makanan yang sehat. Kalau di luar, nggak apa-apa MJ makan es krim atau kentang goreng gitu deh.
Moga-moga ke depannya, Mama nggak perlu protes-protes gini lagi.
Moga-moga ke depannya, MJ bisa dengan galak menepis tangan Papa, melotot, dan bilang, "Tidak mau, Papa!"
*mimpi* :-D

Donnerstag, 28. Mai 2009

Bisa Sendiri...


Pas makan malam, MJ nunjukin kemampuan terbarunya: makan sendiri pakai sendok. :-D
Selama ini juga sering ogah disuapin, maunya makan sendiri pakai tangan...

Minum sendiri sih udah dari minggu lalu bisa, walaupun harus tetap diawasi karena kalau nggak, MJ masih suka banjur diri sendiri, hehehe...

Terus, tadi pagi, pas Mama chatting sama Tante Ina, MJ anteng banget. Mama sampai curiga, karena kalau MJ anteng, itu artinya MJ lagi melakukan hal yang nggak biasa atau yang nggak diperbolehkan.
Mama pun mencari MJ...
Ternyata MJ curi start sarapan! Padahal Mama kan sengaja nggak sarapan supaya bisa sarapan bareng MJ. Sengaja membiarkan cacing di perut Mama kelaparan, supaya perut MJ punya waktu buat mencerna ASI yang MJ dapatkan di pagi hari...
Bukan cuma itu, MJ berhasil manjat kursi Mama... :-D

Mittwoch, 27. Mai 2009

Baby No More


Hore, MJ udah resmi jadi anak kecil! :-D

Nggak cuma dari umur, tapi juga kelakuannya. Sehari setelah ultah, MJ makin kelihatan keras kepalanya. Kalau marah atau protes juga udah jago banget. :-p
Papa dan Mama cuma bisa geleng-geleng kepala, dan berharap bisa mendidik MJ dengan benar.

Begitu bangun di hari ultah, MJ malah bad mood. Nggak tahu deh kenapa.
Mungkin mimpinya nggak indah, ya? Mungkin teringat kejadian tahun lalu, saat harus keluar dari perut Mama? Hihihi...

Tapi begitu buka kado dari Tante Claudia, dan buka kartu ultah dari Tante Ellen & keluarga, serta dari Oma-Opa Koblenz, MJ udah ceria lagi.
Sempat-sempatin sarapan di luar, walaupun waktu udah mepet. Gimana ya, dapur berantakan.
Di atas meja itu udah ada tart yang tinggal dihiasi, lalu ada ayam yang nunggu digoreng, ada perkedel, mie goreng, dan juga acar kuning yang nunggu dihangatkan.
Males deh kalau harus sarapan di rumah, mana pagi itu cuaca juga bagus. :-D

Begitu pulang, langsung ngebut nyiapin makanan, dan masak nasi kuning.
Papa bantu ngolesin krim di kue tart, lalu Mama lanjut dengan dekor. Mengingat ini kali pertama Mama menghias kue, jadi ya ehh gitu deh. Papa bilang, ntar juga pas MJ ultah ke-5, pasti hasilnya bagus, hahaha...

Jam 11:00, datang deh Tante Gundula dan Oom Wolfgang. MJ sibuk bantu Papa beres-beres di teras, sambil main bareng Tante Gundula.
Jam 12:00, Oma dan Opa pun datang. Lengkap sudah. Sebenarnya sih, Oma Koblenz mau datang juga, tapi berhalangan, jadinya datang seminggu sebelumnya.
Biarpun udah dibilangin supaya jangan bawa kado, tapi ya itu...MJ tetap dapat kado, hehehe...
Bingung dah, mau ditaruh di mana, ya? MJ kan nggak suka main sama 1 barang, sukanya ngacak-ngacak.

Senang banget karena masakan ludes, MJ pun suka makan nasi kuning, mie goreng, dan ayam goreng. Nggak tahu kenapa, jadi nggak suka perkedel, padahal pas Mama bikin, MJ suka pas nyobanya. Acar kuning sih sengaja nggak dikasih karena agak asam dan pedas...

Setelah makan, Tante Gundula dan Oom Wolfgang pamit karena harus naik kereta buat pulang, sementara Oma dan Opa pergi sebentar buat ngasih kesempatan buat MJ bobo siang. Terus ya datang lagi buat makan kue.

Kejutannya, Gregor dan Katrin datang, padahal nggak dikasih tahu, hehehe...
Kue pun tandas, nyisa cuma 2 potong, ding! :-D

MJ pun puas, dan malamnya tidurnya pulas banget...sampai 13 jam!

Oh iya, 1 minggu sebelum ultah, ke dokter Blickle, buat U6.
Hasilnya:
Berat badan: 9,16 kg
Tinggi badan: 76 cm
Lingkar kepala: 47,3 cm
Perkembangan fisik: memuaskan.

Hari ini (27/05), disuntik Hepatitis A, buat jaga-jaga pas kita di Indonesia. Nah, Mama lupa bawa buku imunisasi. Karena lihat MJ asyik main sendiri di ruang main, jadi ya Mama titip MJ ke perawat. Perawat juga menyanggupi, karena lihat MJ asyik main sendiri dan juga karena rumah kan nggak jauh.

Paling juga 10 menit kemudian, Mama kembali. Ya ampun, dari luar pun udah kedengeran tangisan MJ. Ternyata nggak lama setelah Mama pergi, MJ nyariin Mama. Awalnya MJ ngirain Mama nyumput, tapi karena dicari-cari nggak ketemu, nangis deh. Nggak bisa dihibur.

Mama sedih banget pas nemuin MJ di salah satu ruang pemeriksaan, lihat MJ muka dan matanya merah dan basah sama air mata. Maafin Mama, ya, Nak...
Nggak seharusnya Mama ninggalin MJ. Mama pikir, MJ udah semandiri yang MJ tunjukin beberapa hari belakangan ini. Yang kesannya udah nggak terlalu butuh Mama dan Papa lagi, seperti saat MJ masih bayi.

Begitu Mama peluk, MJ langsung sesengukan di dada Mama. Dan nggak lama kemudian, ribut nggak mau digendong lagi, maunya langsung lari-lari, berantakin barang, dan ninggalin Mama... :-p

Love you so much, son!

Donnerstag, 23. April 2009

11 Bulan.


Hore, sudah 11 bulan lagi! :-D
Kali ini agak berbeda daripada ulang bulan sebelum-sebelumnya, karena Papa masih berada di negara nun jauh di sana. Sejak hari Selasa (21/4), Papa ditugasin ke Inggris, tepatnya ke kota Manchester (jauh, kan...nggak bisa jalan kaki). Artinya, MJ dan Papa terakhir peluk-pelukan itu hari Senin malam. Tapi bentar lagi Papa pulang, kok!

Apa saja berita terbaru dari MJ?
- makan es krim
Gagal lah rencana Mama yang mau menjaga MJ selama mungkin dari yang namanya gula... Tapi dari beberapa hari sebelumnya sih, pas MJ dikasih cookies sama pemilik Café Sontleitner). Ceritanya, pas kita makan malam di Wilhelm's Eck, MJ dikasih sendok buat main, mukul-mukulin meja gitu. Eh, tahunya, sendok itu malah dipakai MJ buat nyendok es krim pesanan Papa, dan langsung masuk mulut. Kejadiannya cepat banget, Papa dan Mama cuma bisa bengong. Bisa diabadikan karena MJ makan es krim lagi...

- berkebun



- bawain Mama ember (lain kali, bawain Mama ayam goreng ya, Nak!)



- tertangkap basah sedang...hmmm...kencan? Atau latihan main drama Romeo & Juliet?



Oh iya, udah seminggu lebih MJ bermasalah dengan perut. Kata dokter sih wajar, karena bayi kan sedang membangun daya tahan tubuhnya. Nggak perlu khawatir, selama MJ masih aktif dan masih punya nafsu makan. Karena gangguan perut itu, popo MJ pun kena dampaknya. Merah banget, sampai di beberapa bagian kulitnya mengelupas. MJ pernah nangis keras karena kesakitan. Tapi sekarang udah membaik, berkat salep Multilind dan juga popo MJ sering dibiarkan "menghirup" udara segar. Yang terakhir ini tapinya jadi bikin MJ pilek... Cepat sembuh ya, Nak!

Samstag, 18. April 2009

While You Were Sleeping


Selama libur Paskah, kita berlibur di Kobern-Gondorf. Sebenarnya sih Oma Bärbel ngundang kita untuk menginap, tapi pikir-pikir...lebih enak kalau tinggal terpisah biar masing-masing punya privasi selama beberapa jam setiap harinya.

Berangkat hari Jumat pagi (08:28), nggak lama kemudian MJ langsung tertidur. Nggak nyangka juga bisa berjalan mulus, sampai di Frankfurt, MJ baru bangun, tapi masih nggak rewel sehingga perjalanan pun diteruskan sampai luar Frankfurt, dan nemu tempat peristirahatan Marché. Pengalaman pas di Swiss, tempat peristirahatan ini bagus, karena ada tempat bermain buat anak kecil.
MJ pun langsung senang main perosotan, sementara Papa dan Mama bergantian jagain MJ sekaligus ngemil.

Sampai di rumah Oma Bärbel, tepat jam 12:30, pas banget sama jam makan siang MJ. Nggak perlu waktu lama buat MJ untuk beradaptasi dan mau diajak main sama Oma dan Opa.

Sorenya, setelah makan siang dan makan kue, baru pergi ke Kobern-Gondorf, ke apartemen yang dulu juga Papa dan Mama sewa pas Oom Andy nikah. Frau dan Herr Schwab senang banget bisa lihat MJ lagi. Dulu kan pas pertama kali ketemu, MJ baru 3 minggu.

Bermodal keyakinan, Papa dan Mama cuma bawa tenda lengkap dengan kasurnya sebagai tempat tidur MJ. Tapi ternyata MJ sama sekali nggak mau tidur di situ. Langsung nangis.
Papa pun akhirnya bawa MJ jalan-jalan, dan pas MJ udah tertidur di kereta bayi, Mama pun meletakkan MJ kembali ke dalam tenda. Eh, bangun dan nangis lagi.

Akhirnya diputuskan supaya MJ bobo bareng Papa dan Mama aja. Bukannya tidur, MJ malah main. Padahal Papa dan Mama udah berbaring di sisi MJ, udah tutup mata. MJ merangkak, memanjat, mukul-mukul, sampai narik-narik rambut Mama. Begitu disuruh berbaring, langsung nangis protes.
Mungkin karena sebenarnya MJ udah ngantuk, tapi nggak bisa tidur (biasanya tidur sendiri...), MJ pun nangis kencang. Papa gendong MJ, ngajak ngobrol dengan suara lembut, sampai akhirnya MJ tertidur di pelukan Papa. Kasihan Papa, lama banget gendong MJ, padahal Papa capek dan juga lengannya pegal menyangga MJ.
Saat kamu sudah besar nanti, selalu ingat untuk sayang Papa ya, Nak, yang Papa lakukan itu semuanya demi kamu...

Setelah MJ tidur, Papa pun meletakkan MJ di samping Mama. Eh, MJ buka mata, langsung deh Mama sodorin nenen, hahaha...
Ketiduran juga...
Papa akhirnya tidur di kamar yang harusnya jadi kamar MJ, karena Papa juga lagi dapat alergi gara-gara serbuk sari (ya namanya juga musim semi). Pikir tuh kan lebih baik kalau Papa agak jauh dari MJ, supaya tidur MJ nggak terganggu.

Baru kali ini Mama tidur bareng lagi sama MJ. Terakhir kapan, ya? Kayaknya sudah 7 bulan lebih kita tidur terpisah...
Mama jadi lihatin lagi wajah MJ, bisa mengelus rambut MJ lagi saat MJ terlelap. Tapi untuk tidur nyenyak, Mama nggak bisa.

Karena ternyata MJ itu nggak bisa diam saat tidur. :-D
Udah mendengkur (tapi manis banget suara dengkuranmu!), kaki dan tangan gerak-gerak mulu, dan ditambah pakai acara muter-muter segala. Padahal sambil tidur, bisa lho...bangun, merangkak, goyang-goyang, dan kembali tidur di atas kasur.

Akhirnya, jam 5 pagi, MJ benar-benar bangun, dan ngajak Mama main. Wah..., akhirnya panggil Papa supaya ganti shift.
Lumayan, 2 jam Mama bisa tidur, sementara Papa nggak bisa benar-benar tidur karena ya itu, walaupun MJ bisa tidur lagi, tapi nggak bisa diam pas tidur, hihihi...

Untungnya, di rumah Oma ada tempat tidur bayi yang portable, yang pada malam-malam selanjutnya kita pinjam. Di dalam tempat tidur itu sih, MJ nggak punya masalah untuk tidur. Karena MJ bisa manjat, merangkak, jalan, sebelum akhirnya jatuh tidur. :-D

Tidur cukup, MJ pun ceria dan menikmati liburan: main terus sama Oma, Opa, Oom Andy dan Tante Sonja, serta Tante Claudia sekeluarga.
Kita sempat juga mengunjungi Pasar Paskah yang ada di Kobern-Gondorf, di mana MJ senang banget pas lihat kelinci dan hamster, tapi takut saat lihat domba. :-p