Montag, 21. September 2009

How To: Buggy's Safety Check

1. Pastikan bahwa sabuk pengaman benar-benar terpasang.

2. Sunglasses juga harus diperiksa apakah sudah benar terpasang. Jangan sampai mata rusak karena sinar matahari yang berlebihan. Tapi juga, jangan sampai mengganggu pandangan, dan harus modis dong!

3. Selain itu, penumpang juga harus dilindungi dari tiupan angin. Kasihan kan, kalau nanti masuk angin?

4. Terakhir, tapi juga sangat penting: periksa ban!

Selamat jalan!

Samstag, 5. September 2009

Jalan-Jalan Sore

Montag, 24. August 2009

15 Bulan


Kemarin, tepatnya. :-D

Jalan dan lari sudah nggak perlu dipertanyakan, deh. MJ kadang-kadang suka seenaknya sendiri jalan ke arah yang dia mau, dipanggil-panggil kadang nggak nurut, hihihi.
Suka juga keluyuran sendiri. Nggak lupa dadag-dadag dulu, terus pergi gitu aja.

Kalau ke sesama anak, suka kejam. Nggak anak cewek atau cowok, tapi selalu ke yang lebih gede, bawaannya kok agresif, ya?
Tapi kalau ke orang dewasa atau ke remaja, centil cengengesan gitu.

Logika sudah makin jalan. Papa dan Mama kadang suka terpana, bagaimana MJ tahu banyak hal. Misalnya, selang itu harus dipasang di keran. Atau kalau lagi di kebun Oma dan Opa, ke mana harus ngisi penyiram bunga. Dan kalau lewat pohon apel udah ribut pengen metik, hihihi...

Kalau buka atau pakai celana, MJ udah bisa mengangkat kakinya (jadi sambil berdiri gitu).

Sudah mulai percaya diri buat turun tangga sendiri.

Gigi udah ada 7 (yang terakhir tumbuh itu geraham kanan atas), tapi 3 gigi sudah berada dalam antrian tuh, tinggal nunggu keluar aja. :-p

Masih nggak kuat kalau lihat strawberry maupun anggur. Mau disembunyiin gimana juga, bisa ketahuan dan ribut minta.

Sudah mulai ogah disuapin, maunya makan sendiri... :-D
Makan juga udah makin banyak yang bisa dimakan. Sekarang kalau makan tomat, kulitnya juga udah bisa dia telan.

Suka banget dorong-dorong kereta bayi, naik sepeda ataupun mobil-mobilan.

Ngomong masih baru "Mama" doang yang jelas (one word for almost everything, hahaha). Kata-kata lainnya itu aisch (heiß/panas), tze (Katze/kucing), dida (cicak), mhmmm (mooo/sapi), wehwehh (woof-woof/guguk), dan tsssss (lalat). Yang Papa dan Mama belum ngerti itu "dadada" dan "tolololo".

Walaupun belum bisa ngomong, tapi MJ udah ngerti orang bilang apa.
Misalnya, kalau ditanya "Bola yang kecil mana?" atau "Sepatu MJ mana?", MJ mengerti. Soal bola, contohnya, karena bolanya ada di kolong meja, MJ sampai ke kolong meja dan nunjuk-nunjuk sambil ngoceh. Kalau soal sepatu, dia malah bawain sepatunya.
Suka juga bawain kaos kaki dan minta dipasangin. MJ juga yang nentuin, kaki mana duluan, hahaha...

Tidur siang juga sudah sejak 2 minggu lebih jadi cuma 1 kali sehari.
Udah nggak ada protes lagi karena disuruh tidur. MJ tahu persis, habis makan siang, ganti popok, pakai Schlafsack, baca buku, bobo.

Oh iya, MJ juga sekarang cinta banget sama buku. Saking cintanya, sekarang sebelum bobo malam, MJ tidak mau nenen lagi, tapi baca buku...
Kalau pagi? Masih nenen, dong... Lama banget... :-D

Selamat ulang bulan ya, Nak! :-*

Dienstag, 4. August 2009

Visit Indonesia - Part 01

Sedikit cerita saat kita bertiga berlibur ke Indonesia...

München, 20 Juni 2009
Hotel: Mövenpick Airport Hotel München

Supaya nggak perlu subuh-subuh ngejar kereta dan kemudian pesawat, kita nginap semalam di hotel ini. Makan malam di restoran hotel, makan makanan Jerman terakhir kalinya untuk beberapa minggu ke depan, hehehe.



Paginya, pas sarapan, MJ sibuk flirting sana-sini, apalagi kebetulan ada sekelompok cewek muda duduk di depan meja kita. Benar-benar kayak di kandang ayam deh, MJ cowok sendirian, hiehehe...
Jam 10:30 cek out dan naik shuttle bus hotel yang ngantar ke bandara.


Etihad Airways, 20 Juni 2009
Lepas landas tepat sesuai jadwal, jam 12:20. Penerbangan pertamanya MJ, dan Papa-Mama deg-degan, apakah MJ akan merasa nyaman. Rupanya MJ nggak mau tidur. Jangankan tidur, duduk diam saja nggak bisa (justru kalau MJ mau duduk diam, Papa-Mama harus curiga, ya? Hihihi). Tapi akhirnya, setelah beberapa jam main, MJ tertidur juga sembari nyusu. Lumayan lama juga, hampir 2 jam. :-D


Abu Dhabi International Airport, 20 - 21 Juni 2009
Masalah!
Buggy MJ yang katanya bisa diambil saat mendarat di Abu Dhabi, tidak ada!
Habis deh 3 jam buat ribut-ribut nyari buggy, yang ternyata dimasukkan ke dalam kontainer barang tujuan Jakarta...
Mana nggak ada buggy pinjaman pula...
Eh tapi yang pusing itu Papa dan Mama. MJ sih senang-senang saja, lari-lari, main-main, berteman sama penjaga toko minuman keras dan juga dengan satpam bandara. Juga tentunya begitu lihat ada mobil petugas bandara nganggur, langsung deh manjat. Lalu begitu seorang nenek lihat MJ, dia pun ikutan duduk di samping MJ sambil nyiumin MJ (grrr...! Mama nggak bisa Bahasa Arab, dan dia nggak bisa satupun bahasa yang Mama bisa). Setelah itu, tahu-tahunya ada anak perempuan yang ingin juga naik mobil. Ya sudah, foto saja deh sekalian. :-D

Lama-lama MJ lelah juga, akhirnya Papa gendong pakai Tragetuch, dan kita pun mencari makan. Rencana awal untuk beristirahat di lounge spesial harus dibatalkan karena kita nggak bisa nemuin lounge-nya, hihihi. Akhirnya setelah hilir-mudik, nemuin juga kursi yang lumayan deh buat lonjoran. Papa dan MJ tertidur di situ...


Etihad Airways, 21 Juni 2009
Jam 02:25 waktu setempat kita pun melanjutkan perjalanan. Kali ini pesawat dipenuhi oleh TKI, udah sempat khawatir apa MJ bisa tidur karena bising sekali di dalam pesawat. Tapi syukurnya MJ nggak ada masalah dengan tidur.


Soekarno-Hatta International Airport, 21 Juni 2009
Sekitar jam 13:15 WIB, pilot sudah mengumumkan kalau sebentar lagi akan landing, dan MJ masih tidur dengan nyenyaknya. Terpaksa Mama bangunin, karena kan dalam proses landing, MJ harus dalam posisi terikat oleh sabuk pengaman. Masih setengah merem, MJ langsung minta susu, kasih deh...karena kan membantu telinga beradaptasi dengan perubahan tekanan udara.

Begitu mendarat, harus berjuang untuk dapat jalan. Para TKI nggak ada yang mau ngasih jalan, jadi ya harus ngotot, hehehe. Begitu sampai, ya ampun...antrian di bagian imigrasi penuh bangeeeet. Untung Papa nggak perlu apply visa on arrival karena kan sudah apply visa kunjungan di KJRI Frankfurt.

Kasihan MJ, duduk kepanasan di buggy. Dikasih minum air putih pun nggak membantu, dibuka baju dan celana hingga tinggal baju dalam pun MJ tetap kepanasan, dikasih mainan baru pun langsung MJ banting. MJ nangis terus...

Oh iya, selama proses ngantri, ada seorang TKW yang ngantri dekat sama kita ngomongin Mama. Dia bilang, "Halah, orang Indonesia gitu kok ngomongnya sok-sok pakai bahasa asing gitu!"
Mama sampai speechless, lah kalau ngobrol sama Papa pakai Bahasa Indonesia, mana si Papa ngerti? *garuk-garuk kepala*

Balik ke MJ dan tangisan. Ada untungnya sih MJ nangis, karena jadinya ada seorang petugas imigrasi yang datang dan bilang ke Mama, "Kalian ikut saya, lewat jalur khusus saja!"
Nah, TKW yang rese itu langsung ngedumel, protes. Mama cuek saja dan mendorong buggy MJ ke lajur diplomat, hehehe...
Lancar jaya, lho! Eh, harus nunggu sebentar ding, karena ada seorang wanita yang bermasalah. Jadi dia itu pas berangkat dari Indonesia, cuma berjilbab biasa. Nah, pas balik, jadi jilbab yang penuh, yang mata pun nyaris nggak terlihat. Tentu saja susah banget baginya untuk membuktikan bahwa dia itu orang yang sama. Kasihan banget, apalagi pas dengar suaranya yang sudah nyaris nangis...

Nunggu koper nggak keluar-keluar, akhirnya Mama minta supaya Papa sendirian aja yang nungguin koper, sementara Mama bawa MJ keluar dan kasih makan siang karena MJ kelaparan. Lagian, kan kasihan Oma Mary dan Opa Jacky yang nunggu di luar...

Begitu keluar, Oma Mary langsung heboh. MJ langsung mau digendong, tapi MJ jelas protes. Lah, perutnya kosong gitu, lho, hihihi. Oma Mary pun langsung sigap nyuapin MJ. Baru deh setelah selesai makan, MJ mau diajak main (alias jalan-jalan sambil dikintilin Oma).
Setelah Papa berhasil menyeret koper, kita pun langsung menuju mobil dan tancap gas ke Bandung. Oh iya, di mobil buanyak banget makanan yang enak...kayak pempek buatan Oma, bacang, sate, pokoknya mobil tuh penuh lah sama makanan. Terima kasih, Oma! :-D



To be continued...

Donnerstag, 4. Juni 2009

Emilia


Usianya tiga minggu lebih muda dari MJ. Ia juga salah seorang dari anak-anak seumuran MJ yang Papa-Mama kenal ortunya. Karena seumuran, ya diajak main bareng, apalagi baik Emilia maupun MJ paling sebal kalau disuruh diam di rumah tanpa teman bermain.

Tapi kok...MJ malah main sama mamanya Emilia?











Kok MJ malah main sama anak asing?











Franziska dicuekin, Leah dicuekin, Anni dicuekin, sekarang Emilia juga.
Apa MJ nggak suka main sama anak cewek?

Ah, nggak gitu! MJ demennya main sama anak yang lebih gede... :-D

Montag, 1. Juni 2009

A little bit of everything


Gambar di atas lucu, kan?
Itu hadiah spesial dari Tante Sherly.
Papa juga sampai terharu pas lihat, katanya benar-benar bagus, lho...!
Terima kasih banyak ya, Tante Sherly! :-D

Minggu lalu itu MJ uring-uringan. Kerjaannya marah, melawan, nangis keras melulu.
Digendong, nangis dan berontak minta turun. Dikasih turun, nangis sampai menjatuhkan diri di lantai. Serba salah, deh.
Papa dan Mama sampai bingung kenapa. Tapi ya mungkin MJ mau tumbuh gigi lagi, ya...
Itu, dan ditambah lagi bahwa MJ udah bukan bayi lagi, tapi anak kecil yang udah punya kemauan sendiri. Sayangnya Papa dan Mama nggak ngerti bahasa bayi.

MJ selalu mencoba untuk melakukan hal yang udah jelas dilarang.
Lagi, dan lagi, dan lagi.
Nggak kapok-kapok, kecuali sama oven panas. Tadi tuh, contohnya, karena cuaca bagus kan kita makan malam di teras. Papa panggang-panggang. Ini bukan pertama kali kita BBQ-an, dan MJ juga pernah tangannya terluka karena memegang panggangan yang panas. Eh, hari ini melakukan lagi! Untungnya MJ nggak apa-apa, cuma tangisan MJ bikin Mama yang lagi nyiapin salad di dapur, kaget banget sampai hampir motong jari sendiri.

Udah saatnya MJ belajar untuk mendengar apa yang Papa dan Mama katakan, walaupun untuk saat ini MJ terus mencoba untuk melawan.
Kalau dilarang atau dengar kata "Nein!", "Tidak boleh!" atau "Jangan!", MJ langsung marah dan nangis kencang.
Mama sedih tiap lihat dan dengar MJ nangis, tapi Papa bilang Mama nggak boleh sedih dan nggak boleh goyah, karena MJ pasti merasakannya dan malah makin membangkang.

Papa bilang, MJ juga udah jago manipulasi Papa dan Mama. Kejadiannya itu sekitar 4 hari yang lalu. MJ berulah di meja makan, lalu sama Papa diturunkan dan disuruh main sendiri di lantai. MJ pun merengek minta roti yang ada di atas piring Papa, tapi sama Papa dicuekin, biarpun MJ nangis-nangis. Lalu MJ pergi ke Mama, minta roti. Eh ya, Mama nggak tega, pikir tuh anak masa' dibiarin kelaparan. Jadi deh, Mama pangku MJ dan kasih roti.
Nah, Papa bilang tuh, begitu dapat, MJ langsung melihat ke arah Papa dengan dagu terangkat, dan pandangan menantang.
Duh! Mama salah sikap... Harusnya kan nggak boleh gitu.
Pastinya makan proses ya, untuk kompak sama Papa, dan juga bergeming sama tangisan MJ. Semoga Mama bisa cepat belajar, sehingga MJ nggak jadi manja.

Tapi 2 hari ini MJ jadi baik lagi moodnya. Syukur banget, anak Mama jadinya ketawa terus, bukannya nangis.
Eh, hari ini nangis kencang juga, pas rambut MJ dipotong sama Papa, hihihi...
Hasilnya bagus, lho, walaupun awalnya Mama kok teringat sama tokoh kartun Kobo-Chan, hehehe...
Untung deh Papa maksa mau motong sendiri. Mama sih maunya ke salon aja, kalau nggak di sini ya di Indonesia, hihihi...

MJ udah balik ke sifat asal, deh. Jahil, ceria, nggak bisa diam, dan bawel. :-D
Kemarin malah pas di gereja, Mama jadi tontonan karena harus bolak-balik ngejar MJ yang ngotot pengen ke podium mulu.
Papa juga sampai heran, anak-anak lain pada anteng duduk (atau malah tidur!) di pangkuan ortu mereka. Kalau pun jalan-jalan, nggak pernah jauh dari ortu mereka. Hihihi...

Terus, apa lagi, ya? Oh iya, Mama bikin muffin dan juga selai khusus buat MJ (tapi dimakan juga dong sama Papa dan Mama). MJ suka banget, nanti bikin lagi deh, terutama pas di Indonesia, biar Oma Mary nggak bingung mau kasih apa ke MJ buat sarapan maupun buat cemilan. Bikin sendiri, apalagi resep yang Mama punya, kan lebih sehat. Bahan pilihan, hehehe.

Ngomong-ngomong soal makan, Mama bolak-balik negur Papa, yang semena-mena masukin berbagai macam makanan nggak perlu ke mulut MJ. Yang terakhir itu kemarin tuh, permen penambah energi. Papa sih ngelesnya "Kasihan MJ kalau nggak nyobain..." atau "MJ suka, tuh!". Ya iyalah suka, namanya juga manis!
Tapi kan, di rumah itu kita nggak kekurangan makanan yang sehat. Kalau di luar, nggak apa-apa MJ makan es krim atau kentang goreng gitu deh.
Moga-moga ke depannya, Mama nggak perlu protes-protes gini lagi.
Moga-moga ke depannya, MJ bisa dengan galak menepis tangan Papa, melotot, dan bilang, "Tidak mau, Papa!"
*mimpi* :-D

Donnerstag, 28. Mai 2009

Bisa Sendiri...


Pas makan malam, MJ nunjukin kemampuan terbarunya: makan sendiri pakai sendok. :-D
Selama ini juga sering ogah disuapin, maunya makan sendiri pakai tangan...

Minum sendiri sih udah dari minggu lalu bisa, walaupun harus tetap diawasi karena kalau nggak, MJ masih suka banjur diri sendiri, hehehe...

Terus, tadi pagi, pas Mama chatting sama Tante Ina, MJ anteng banget. Mama sampai curiga, karena kalau MJ anteng, itu artinya MJ lagi melakukan hal yang nggak biasa atau yang nggak diperbolehkan.
Mama pun mencari MJ...
Ternyata MJ curi start sarapan! Padahal Mama kan sengaja nggak sarapan supaya bisa sarapan bareng MJ. Sengaja membiarkan cacing di perut Mama kelaparan, supaya perut MJ punya waktu buat mencerna ASI yang MJ dapatkan di pagi hari...
Bukan cuma itu, MJ berhasil manjat kursi Mama... :-D